BANJARMASIN – Polresta Banjarmasin memperkuat kemampuan personel mengelola media sosial (medsos) untuk menyajikan informasi publik yang akurat sekaligus menangkal hoaks dan narasi negatif di tengah derasnya arus informasi digital
Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan peningkatan kemampuan publikasi media sosial bagi operator medsos dari setiap satuan fungsi dan Polsek jajaran di Aula Rupatama Polresta Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis.
Kasi Humas Polresta Banjarmasin Ipda Adi Harry Sucahyo di Banjarmasin, Kamis, mengatakan pengelolaan media sosial perlu dilakukan secara profesional karena setiap informasi yang disampaikan personel turut mencerminkan institusi Polri di hadapan masyarakat
“Setiap postingan personel adalah representasi institusi. Satu konten positif bisa membangun kepercayaan publik, tapi satu konten yang tidak bijak bisa merusak citra yang sudah dibangun bertahun-tahun,” ujarnya
Dia juga mengatakan pelatihan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan teknis personel dalam membuat konten, tetapi juga membangun kesadaran terhadap etika dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi melalui ruang digital
Materi pelatihan mencakup teknik pembuatan konten kreatif yang humanis, fotografi dan videografi jurnalistik, penulisan caption yang persuasif, serta pemahaman terhadap etika dan batasan dalam menggunakan media sosial
Menurut dia, kemampuan tersebut penting agar setiap operator mampu memilah informasi sebelum dipublikasikan sehingga media sosial kepolisian tidak menjadi sekadar sarana menyampaikan kegiatan, tetapi juga menjadi kanal informasi yang bermanfaat bagi masyarakat
“Personel harus mampu menjadi filter informasi sebelum sebuah konten dipublikasikan, sehingga informasi yang diterima masyarakat benar-benar akurat, berimbang dan dapat dipercaya,” katanya.
Penguatan kemampuan publikasi juga diharapkan membuat jajaran Polresta Banjarmasin lebih cepat merespons munculnya informasi keliru dengan menghadirkan penjelasan berdasarkan data dan fakta, sehingga masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh hoaks
Langkah tersebut sekaligus mendorong personel untuk menyajikan komunikasi kepolisian yang lebih humanis dan mudah dipahami, termasuk dalam menyampaikan informasi pelayanan, keamanan dan berbagai upaya kepolisian yang berdampak langsung kepada masyarakat
“Kami berharap seluruh personel semakin profesional, modern dan humanis dalam mengelola informasi publik serta mampu menangkal hoaks dan narasi negatif dengan menyajikan informasi yang akurat, berimbang dan terpercaya,” ujarnya. ant
