
PARIPURNA – Suasana rapat paripuran peringatan harjad ke 500 Kota Banjarmasin di gedung DPRD Kota Banjarmasin.(foto:mb/ist)

ZIARAH – Walikota Banjarmasin HM.Yamin bersama jajaran DPRD Kota Banjarmasin serta kepala SKPD lingkup Kota Banjarmasin ziarah ke makam Sultan Suriansyah.(foto:mb/ist)
KETUA DPRD Kota Banjarmasin, Rikval Fachruri memimpin rapat paripurna Peringatan Hari Jadi ke-500 tahun Kota Banjarmasin, di ruang rapat paripurna DPRD Kota Banjarmasin, Kamis (25/9).
Paripurna dihadiri juga Walikota Banjarmasin H.Muammad Yamin, Wakil Walikota Hj.Ananda, Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Kepala SKPD pemko Banjarmasin dan tamu undangan.
Melalui sambutan, Rikval Fachruri menyampaikan lima abad usia kota Banjarmasin bukanlah perjalanan yang singkat. Generasi datang dan pergi, pemimpin berganti, namun kota Banjarmasin tetap berdiri dan terus berkembang bersama sungai, kampung, perdagangan serta kehidupan masyarakatnya.
“Lima ratus tahun bukanlah perjalanan pendek. Dari tahun 1506 hingga 2026, generasi datang dan pergi, pemimpin berganti, tetapi Banjarmasin masih tetap berdiri,”ujarnya.
Di balik perkembangan kota terdapat peran para pendahulu, doa para ulama, perjuangan para pemimpin, hingga kerja masyarakat dari berbagai sektor. Mulai dari buruh, pedagang, nelayan, tenaga ksehatan, petugas kebersihan, tentara, pemadam kebakaran, hingga keluarga-keluarga yang namanya mungkin tidak tercatat dalam sejarah, semuanya memiliki kontribusi dalam perjalanan panjang Kota Banjarmasin.
“Banjarmasin yang kita nikmati hari ini tidak dibangun oleh generasi kita saja. Ada perjuangan para pendahulu, ada doa para ulama, ada perjuangan para pemimpin dan ada tangan masyarakat yng ikut membangun kota ini dari generasi ke generasi,” lanjutnya.
Peringatan 500 tahun tidak sekadar menjadi momentum untuk menghitung usia sebuah kota. Namun momentum ini menjadikan sejarah dan evaluasi untuk pembangunan kota Banjarmasin.
Momentum ini menjadi penentu arah Banjarmasin ke depan, sehingga perjalanan panjang yang telah dilalui dapat menjadi pijakan bagi generasi berikutnyadalam membangun kota.
“ Ini adalah momentum untuk mengapresiasi sejarah, mensyukuri perjalanan, mengevaluasi hari ini, dan menentukan ke mana Banjarmasin ke depan,” kata Rikval.
Pada kesempatan itu, Walikota Banjarmasin H.Muhammad Yamin mengatakan peringatan Hari Jadi ke-500 dilaksanakan dengan lebih sederhana, sejalan dengan kondisi masyarakat yang tengah menghadapi berbagai musibah.
“Atas nama pribadi, saya mohon maaf apabila peringatan Hari Jadi ke-500 ini tidak seperti yang dibayangkan masyarakat. Dalam kondisi saat ini, banyak musibah yang terjadi, sehingga perayaan kita laksanakan dengan sesederhana mungkin,” ungkap Yamin.
Ia menjelaskan, sejumlah kegiatan yang bersifat hiburan dan seremonial ditiadakan dan semangat peringatan diarahkan pada kepedulianserta saling kuat menguatkan antar sesama.
Keputusan tersebut sebelumnya telah disampaikan Pemko Banjarmasin dengan mempertimbangkan kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), kualitas udara, kekeringan, persoalan air bersih, serta musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8.
Menurut Yamin, usia 500 tahun bukan sekadar angka, tetapi menjadi titik awal untuk melihat kembali apa yang tlah dikerjakan dan menentukan warisan apa yang akan ditinggalkan bagi anak cucu.
“Ini adalah awal titik kita untuk menitikberatkan ke depannya apa yang ingin kita perbuat dan apa yang ingin kita tinggalkan untuk masa depan anak cucu kita,” katanya.
Yamin menegaskan, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam membangun Kota Banjarmasin. Kolaborasi seluruh pihak diperlukan agar berbaai program pembangunan dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pemerintah tentunya perlu kolaborasi. Sesuai dengan tema 500 tahun, Lima Abad Kami Kawa Gawi Sabumi, ayo kita sama-sama bekerja bersama untuk mewujudkan Banjarmasin yang lebih baik,” tuturnya.
Salah satu hal yang menjadi perhatian Yamin adalah keberlanjutan lingkungan. Ia berharap generasi mendatang dpat melihat bahwa pemerintah dan masyarakat hari ini telah mengambil langkah untuk menjaga sungai, anak sungai, kanal, serta kebersihan kota.
“Kita harus mempersiapkan dari sekarang. Kita menjaga lingkungan, menjaga kebersihan, menjaga sungai, menjaga jumlah anak sungai dan menjaga kanal-kanal yang ada di Banjarmasin. Ini adalah hal yang penting bagi kita semua,” tekannya lagi.
Ia menambahkan, Banjarmasin tidak hanya dikenal sebagai Kota Seribu Sungai, tetapi juga memiliki peran sebagai pusat jasa, perdagangan dan pariwisata. Karena itu, pembangunan kota perlu dilakukan dengan tetap mempertahankan karakter dan lingkungan yang menjadi bagian dari identitas Banjarmasin.
Di momentum lima abad ini, Yamin juga mengajak seluruh lapisan masyarakat agar dapat memberikandukungan, saran, kritik dan pendapat kepada pemerintah untuk kepentingan kemajuan kota.
“Selamat Hari Jadi Kota Banjarmasin ke-500 tahun, lima abad demi kawa gawi sabumi. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang saya cintai dan saya sayangi, “tutupnya.
Harapan untuk Banjarmasin ke Depan
MEMASUKI usia lima abad, harapan agar masyarakat Banarmasin semakin sejahtera dan pembangunan semakin merata terus digaungkan. Pemerintah kota Banjarmasin juga diharapkan mampu memastikan manfaat pembangunan dirasakan seluruh warga, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan.
“Harapan saya, masyarakat Kota Banjarmasin semakin sejahtera, pembangunannya semakin baik, dan lingkungan juga semakin baik. Semoga yang terbaik di lima abad Kota Banjarmasin ini,” ujar Anggota DPRD Banjarmasin, Fraksi PKB, Hilyah Aulia.
Namun, mewujudkan harapan tersebut masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah. Selain pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat, persoalan lingkungan menjadi bagian penting yang perlu mendapat perhatian bersama. Salah satu yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat adalah persoalan samah.
Menurutnya, penanganan sampah tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Kepatuhan masyarakat dalam membuang dan mengelola sampah sesuai aturan menjadi bagian penting untuk menciptakan lingkungan kota yang bersih.
“Banyak yang perlu dibenahi, bukan hanya pemerintah kota, tetapi semua warga. Salah satunya persoalan sampah. Masyarakat harus sadar bahwa menjaga kebersihan dan ligkungan merupakan tugas bersama,” kata Hilyah. via
