BANJARMASIN – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7, Rumah Sakit Sultan Suriansyah milik Kota Banjarmasin meresmikan dua layanan baru yakni Poli Orthopedi dan Laboratorium Patologi Anatomi (PA), Rabu (23/9).
Walikota Banjarmasin, HM Yamin mengatakan, keberadaan Poliklinik Ortopedi menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemudahan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya pasien yang mengalami patah tulang maupun kondisi lain.
“Adanya Poliklinik Ortopedi di RS Sultan Suriansyah menjadi salah satu sarana alternatif untuk membantu masyarakat kita yang mengalami patah tulang,” ujar Yamin.
Ia juga berharap pelayanan ortopedi di RS Sultan Suriansyah tidak hanya sebatas pemeriksaan dan penanganan awal. Menurutnya, pelayanan perlu dikembangkan secara komprehensif, mulai dari penanganan, pemeriksaan penunjang, terapi hingga pengobatan, sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan secara lengkap.
“Kita harapkan ortopedi ini tidak hanya sampai di sini berhenti, tapi dari penanganan sampai laboratoriumnya, terapinya dan pengobatannya. Ini harus semuanya ada di sini, selesai. Jadi komprehensif, semuanya ada di sini,” jelasnya.
Sementara, Direktur Utama RS Sultan Suriansyah mengatakan, dr H Fajar Sukma Nan Agung mengatakan dua layanan tersebut menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penanganan masalah tulang, otot, hingga pemeriksaan jaringan untuk mendukung diagnosis berbagai penyakit.
Poli Orthopedi secara khusus menangani gangguan pada tulang, otot, sendi dan bagian tubuh lainnya. Layanan ini dinilai penting mengingat kasus cedera akibat kecelakaan maupun jatuh cukup banyak membutuhkan penanganan orthopedi.
Sementara, Laboratorium Patologi Anatomi berfungsi melakukan pemeriksaan jaringan tubuh untuk mengetahui kondisi suatu penyakit, termasuk memastikan apakah suatu jaringan bersifat ganas atau tidak. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya menjadi salah satu penunjang bagi dokter dalam menentukan diagnosis dan penanganan pasien, termasuk pada kasus kanker dan tindakan bedah. “Kedua layanan tersebut juga dapat dimanfaatkan pasien umum maupun peserta BPJS Kesehatan,” katanya.
Untuk layanan Orthopedi, rumah sakit menyebut pemeriksaan dan sejumlah tindakan ringan dapat dilakukan di tempat. Dalam sehari, layanan tersebut diperkirakan mampu melayani sekitar 10 hingga 30 pasien, tergantung jenis tindakan yang diperlukan.
“Kalau tindakan kecil masih bisa dikerjakan di tempat. Namun untuk tindakan besar, seperti operasi fraktur, tetap dilakukan sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku,” tutup Fajar. via
