JAKARTA – Cabang olahraga angkat besi akan memperebutkan tiga medali emas di.setiap kelas yang di pertandingan di Pekan Olahraga Nasional(PON) NTT-NTB 2028 mendatang.
Itu berdasarkan surat resmi dari KONI Pusat Nomor 706/UMM/IX/2026, tentang Nomor Pertandingan Cabor Angkat Besi Pada PON )0(11/2028 Nusa Tenggara, yang mana telah disetujui pada PON )0(11/2028 akan diterapkan 3 nomor pertandingan di setiap kelasnya yang meliputi: Angkatan Snatch, Clean & Jerk dan Total, dimana pada tiap kelasnya akan diperebutkan medali emas, perak dan perunggu untuk setiap jenis angkatan.
Sebelumnya, Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman telah menyampaikan keputusan tersebut di sela-sela pelepasan atlet angkat besi menuju Aian Games 2026 Jepang beberapa waktu lalu.
“Kami telah memutuskan bahwa cabang olahraga angkat besi resmi akan memperebutkan tiga emas di setiap kelasnya,” kata Marciano Norman dengan penuh semangat.
Perjuangan panjang Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia(PB.PABSI) agar pada ajang Pekan Olahraga Nasional(PON) berbuah hasil. Mengingat, aturan tiga emas ini merupakan merujuk regulasi Federasi Angkat Besi Dunia(IWF).
“Kami bersyukur bahwa pengajuan kami kepada KONI Pusat akhirnya disetujui. Ini adalah kesempatan bagi para atlet daerah untuk menampilkan performa terbaiknya di PON nanti,” ungkap Sekjen PABSI, Djoko Pramono melalui pesan singkat kepada awak media, Rabu(16/9/2026).
Sedangkan Kelas yang dipertandingkan di PON 2028 mendatang berjumlah 16 kelas, yang terdiri dari 8 kelas putra dan 8 kelas putri, sehingga diperoleh jumlah total nomor yang akan dipertandingan pada PON Nusa Tenggara sejumlah 48 nomor pertandingan. Hal ini sesuai dengan yang telah diusulkan PB PABSI terdahulu berdasarkan Amanah Hasil RAKERNAS PABSI Tahun 2024 dan Tahun 2025.
“PB PABSI berharap dengan adanya persetujuan ini, dapat memberikan semangat dan motivasi baĆk para Atlet, Pelatih, maupun Pembina untuk terus meningkatkan pembinaan prestasi cabang olahraga Angkat Besi di daerah masing-masing menuju prestasi Internasional,” tandas Djoko Pramono. riz
