BANJARMASIN – Pengolahan air bersih di Kota Banjarmasinyang dilakukan PT Air Minum Bandarmasih menurun hingga 50 persen. Ini, akibat kemarau yang membuat air sungai mengalami intrusi air laut sangat tinggi.
Supervisor Humas PT Air Minum Bandarmasih, Murjani di Banjarmasin, Rabu, menyampaikan, instrusi air laut masuk ke Sungai Martapura di wilayah Kota Banjarmasin sebagai sumber air baku pengolahan air bersih mengandung kadar garam sangat tinggi, yakni mencapai 8.000 miligram per liter.
“Tingginya kadar garam ini tidak bisa diolah,” ujarnya.
Karenanya, ungkap dia, PAM Banjarmasin terpaksa menghentikan pengambilan air baku di Intake Sungai Bilu yang kapasitasnya mencapai 600 liter/detik.
“Sumber pengambilan air baku untuk PAM Bandarmasin itu ada tiga, di Sungai Bilu, Sungai Tabuk dan Irigasi, terbesar di Intek Sungai Bilu ini,” paparnya.
Karenanya, ungkap Murjani, dampak tidak beroperasinya intake Sungai Bilu ini menyebabkan sekitar 50 persen produksi air bersih berkurang, berdampak pada distribusi ke masyarakat di hampir seluruh wilayah di kota ini.
“Mulai dari kawasan Timur, Selatan, Barat, Tengah, hingga Utara,” ujarnya.
Sebab, ungkap dia, tinggal Intake Sungai Tabuk yang bisa digunakan untuk penyediaan air baku karena kadar garamnya masih berada di angka nol.
“Sungai Tabuk itu masih nol, masih bisa diambil. Otomatis kita mengambil air baku di Sungai Tabuk saja, untuk irigasi kita sudah lama tidak mendapatkan dari irigasi, karena itu tidak bisa diambil sama sekali karena kering.” kata Murjani.
Karena tinggal satu sumber ini, ungkap dia, kapasitas produksi yang normalnya mencapai 2.200 liter per detik, kini harus berkurang lebih dari 50 persen untuk melayani lebih 150 ribu pelanggan.
Untuk mengatasi masalah kekurangan distribusi air bersih ke pelanggan ini, pihak manajemen PAM Bandarmasih tidak tinggal diam dan telah mengambil beberapa langkah mitigasi antara lain, mendistribusikan air bersih secara rutin menggunakan armada truk tangki ke seluruh wilayah terdampak.
Menyiapkan bantuan fasilitas tandon air dengan kapasitas 3.000 liter untuk pelanggan yang sama sekali tidak mendapatkan aliran air bersih.
Menerapkan sistem distribusi air bergilir, yakni sebagai contoh, wilayah Timur dan Selatan dialiri air pada pukul 06.00 hingga 12.00 siang, dan kemudian bergantian dengan wilayah lainnya, dan Menerjunkan tim gabungan secara langsung ke lapangan setiap hari untuk merespons aduan warga.
Murjani menambahkan hingga saat ini, pihak PT PAM Banjarmasin yang juga telah menggelar salat Istisqa, sangat berharap hujan segera turun, khususnya di wilayah hulu, untuk membantu menetralisir kadar garam di sumber air baku.
