MARTAPURA – Bupati Banjar H Saidi Mansyur melantik 23 orang pambakal (kepala desa) hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak serta mekanisme Pengganti Antar Waktu (PAW) tahun 2026.
Pelantikan yang digelar di Bukit Bintang Park and Resort, Senin (7/9), turut disaksikan jajaran Forkopimda Kabupaten Banjar, perwakilan bakesbangpol, unsur forkopimcam, pimpinan APDESI, serta para perangkat desa.
Dari total 23 pembakal yang dilantik, sebanyak 20 orang merupakan hasil pemilihan serentak yang terdiri atas 11 pambakal petahana, sembilan pambakal non petahana, serta tiga pambakal yang terpilih melalui mekanisme PAW.
Pambakal terpilih baru akan mengemban tugas dengan masa jabatan selama delapan tahun, sementara pambakal PAW melanjutkan sisa masa jabatan selama empat tahun ke depan.
Dalam arahannya, Bupati Banjar Saidi Mansyur memberikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk forkopimda dan dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD) atas terciptanya proses demokrasi desa yang berjalan tertib, aman, dan kondusif.
“Kegiatan hari ini adalah hasil musyawarah dan berdasarkan mekanisme peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pelantikan ini mencetak sejarah bagi pemerintah daerah maupun bagi para pembakal yang baru dilantik,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan sejumlah pesan strategi bagi para pambakal yang baru dilantik, yakni jalin sinergi dan komunikasi, perencanaan pembangunan desa, akuntabilitas dan tata kelola keuangan, peningkatan layanan publik, menjaga sikap dan menahan diri, serta merangkul seluruh masyarakat.
“Mulai detik ini, hilangkan sekat kubu pendukung pemenang atau pihak yang kalah. Di hadapan saudara, hanya ada satu kesatuan warga desa. Jadilah pambakal penyejuk yang mampu merangkul semua pihak,” katanya.
Melalui pelantikan ini, bupati berharap roda pemerintahan dan agenda pembangunan di tingkat desa dapat terus berjalan optimal, demi mewujudkan desa yang mandiri, tertib administrasi, serta berdaya saing secara ekonomi dan sosial.
Sementara, Kepala DPMD Banjar M Hafizh Anshari menjelaskan, 23 pambakal yang dilantik terdiri atas 20 pambakal hasil pemilihan serentak, dan tiga pambakal PAW dari Desa Sungai Alat, Podok, dan Tambak Baru Ulu.
Setelah resmi menjabat, para pambakal diberi waktu selama tiga bulan ke depan untuk menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa). Selain itu, pihaknya juga merencanakan pembekalan khusus melalui bimbingan teknis (bimtek) pada Oktober mendatang.
“Kemungkinan nanti di bulan Oktober akan kita lakukan bimbingan teknis terkait pengenalan awal pemerintahan desa. Kita akan ajarkan bagaimana kepemimpinan, kebijakan publik secara umum, hingga pelayanan publik, Service Excelence, dan penampilan,” ucapnya.
Di samping tata kelola pemerintahan dan kepemimpinan, Hafizh menegaskan materi pembekalan utama yang akan ditekankan kepada para pambakal baru adalah upaya pencegahan korupsi dalam pengelolaan keuangan desa.
Terkait isu pembekalan lanjutan seperti program retret, ia mengaku belum menerima informasi resmi. Saat ini, fokus utama dikhususkan untuk pelaksanaan bimtek khusus bagi 23 pambakal, agar dapat segera menjalankan roda pemerintahan desa secara profesional, transparan, dan akuntabel. ril/dio/yos
