BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang, Banjarbaru, Selasa (1/9) petang.
Peninjauan dilakukan setelah Gubernur H Muhidin menjalani sejumlah agenda pemerintahan sejak pagi. Sebelumnya, dia menghadiri Rapat Paripurna, menyambut kedatangan peserta Kuliah Kerja Penelitian Perwira Siswa Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Udara (Seskoau) Angkatan ke-65 pada siang hari.
Sekitar pukul 17.26 Wita H Muhidin tiba di Posko Karhutla Hutan Lindung Liang Anggang dan langsung berdiskusi dengan Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Hj Fathimatuzzahra untuk mendapatkan laporan terbaru mengenai kondisi dan penanganan karhutla di kawasan tersebut.
Dalam peninjauan itu, gubernur didampingi Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) XIII, Laksamana Muda TNI Sumarji Bimoaji, Danlanal Banjarmasin, Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra, Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, Kepala Dinas Sosial Kalsel, Kepala Dinas PUPR Kalsel, jajaran TNI serta para relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla.
Dari hasil peninjauan, Gubernur H Muhidin menilai upaya pembasahan lahan di Hutan Lindung Liang Anggang berjalan dengan baik. Air terus dialirkan melalui kanal-kanal kecil untuk menjaga kelembapan lahan sekaligus mengantisipasi munculnya titik api.
“Kami melakukan peninjauan langsung ke lapangan di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang. Alhamdulillah, di lokasi hutan lindung ini pembasahannya sangat bagus. Aliran air terus kita alirkan ke kanal-kanal kecil yang ada di kawasan sini,” ujar Muhidin.
Menurut gubernur, ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan karhutla. Dengan memanfaatkan kondisi air yang tersedia, para relawan dapat melakukan pemompaan untuk mengalirkannya ke jaringan irigasi dan kanal di sekitar kawasan.
“Kalau siang airnya ada, malam airnya habis. Artinya, bila air di sini pasang, para relawan akan terus memompa untuk dialirkan ke irigasi di kawasan sini. Jadi meskipun ini kita terus pompa, ini tidak mengganggu debit air yang ada di Riam Kanan,” jelasnya.
Meski pembasahan lahan berjalan baik, H Muhidin mengingatkan seluruh petugas dan relawan agar tetap waspada dan meminta setiap kemunculan api segera ditangani agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
“Saya minta kepada para petugas supaya jangan lengah. Bila ada api harus gerak cepat memadamkan api supaya tidak meluas seperti di daerah lain,” tegasnya.
Kewaspadaan tersebut dinilai penting karena potensi munculnya titik api masih dapat terjadi. Bahkan, sebelum tiba di posko, rombongan Gubernur H Muhidin menemukan titik api di perjalanan.
Gubernur H Muhidin mengatakan, titik api tersebut langsung ditangani bersama para relawan sebelum rombongan melanjutkan perjalanan menuju posko Hutan Lindung Liang Anggang.
“Sebelum kami sampai ke sini ternyata di jalan menemukan titik api. Jadi, sebelum sampai ke sini kami melakukan pemadaman bersama para relawan,” katanya.
Untuk diketahui, penanganan karhutla di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang dilakukan Dinas Kehutanan Kalsel bersama TNI Angkatan Laut, dengan dukungan BPBD, perangkat daerah terkait, relawan, serta unsur lainnya.
Berdasarkan peta penanganan karhutla, kawasan Hutan Lindung Liang Anggang dan sekitarnya yang menjadi wilayah penanganan memiliki luas kurang lebih 167,68 hektare.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur H Muhidin juga memilih bertahan hingga malam hari di posko dan melaksanakan shalat dan makan malam bersama para petugas serta relawan yang masih berjaga di lokasi.
“Saya pun hingga malam dan shalat di sini hingga makan malam di posko. Di sini sangat nyaman, kami disuguhi makan rawon,” tuturnya.
Di tengah upaya penanganan karhutla yang masih berlangsung, H. Muhidin berharap hujan segera turun di Kalsel, karena hujan akan sangat membantu proses pembasahan lahan sekaligus menekan potensi munculnya kembali titik api. “Mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan ada hujan,” harapnya.
Pemprov Kalsel bersama TNI-Polri, pemerintah daerah, relawan, dan unsur terkait lainnya terus memperkuat pemantauan serta penanganan di sejumlah kawasan rawan karhutla. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api meluas dan meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat. adp/ani
