BANJARMASIN – Kebun Binatang Margasatwa (KBM) Jahri Saleh menghadirkan ruang rekreasi dan edukasi baru bagi masyarakat Banjarmasin. Tentunya, hal ini membuka peluang potensi baru bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) ini.
“Jadi sasarannya memang PAD, sekaligus memperkenalkan KBM kepada masyarakat. Ini dipersiapkan untuk masyarakat Kota Banjarmasin, hiburan, rekreasi, dan juga taman edukasi,” ungkap Kepala Bidang Pendataan PAD BPKPAD Kota Banjarmasin, Muhammad Syahid, Minggu (30/8).
Syahid mengatakan, keberadaan KBM memiliki peluang untuk terus dikembangkan menjadi kawasan yang tidak hanya menarik masyarakat untuk berkunjung, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. “Pengembangan KBM menjadi tempat edukasi, rekreasi bagi keluarga dengan berbagai wahana, pastinya akan selalu ramai pengunjung ,” katanya.
Saat ini, BPKPAD bekerjasama dengan Bank Kalsel melengkapi KBM dengan fasilitas digitalisasi tiket masuk.
“Fasilitas digitalisasi dimulai dengan tiket masuk KBM, selanjutnya akan dipasang juga pada wahana penunjang lainnya,” katanya.
Selain itu, BPKPAD juga telah mengumpulkan ratusan juru parkir dalam perluasan digitalisasi qris untuk PAD parkir yang masuk. “Kami akan undi juga pemenang juru parkir, siapa yang terbanyak mengumpulkan qris akan mendapatkan hadiah,” katanya.
Saat ini hampir semua titik parkir mulai disosialisasikan pembayaran parkir menggunakan digitalisasi atau qris.
Terpisah, Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Rikval Fachruri mengatakan, KBM memiliki potensi ekonomi jika dikelola secara serius dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menambah pemasukan bagi kas daerah.
“Kami berharap Taman Satwa dan Edukasi ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Namun, yang paling penting juga harus selalu dijaga dan dirawat,” pesannya.
Menurutnya, membuka atau membangun sebuah kawasan relatif lebih mudah dibandingkan mempertahankan kualitas dan keberlangsungannya. Karena itu, pengelolaan Taman Satwa dan Edukasi membutuhkan perhatian ekstra, baik dari pemerintah maupun masyarakat yang berkunjung.
“Untuk menjaga dan merawatnya betul-betul harus diperhatikan. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi pengunjung juga harus ikut menjaga kondisi Taman Satwa dan Edukasi ini,” katanya.
DPRD juga mengapresiasi langkah Pemko Banjarmasin yang menghadirkan kawasan tersebut. Terlebih, jika dikelola secara optimal, Taman Satwa dan Edukasi dinilai berpeluang menjadi salah satu sumber PAD yang dapat menambah kas daerah.
Ia berharap potensi PAD yang muncul dari Taman Satwa dan Edukasi tetap berjalan beriringan dengan fungsi utamanya sebagai ruang rekreasi dan edukasi masyarakat. Pengelolaan yang baik dinilai menjadi kunci agar kawasan tersebut dapat bertahan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang. via
