Kasus ISPA Mencapai 38 Ribu

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin meningkatkan kewaspadaan mengingat kasus penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang sudah mencapai 38 ribu hingga pertengahan Agustus 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Yanuar Diansyah di Banjarmasin, Senin, menyampaikan, peningkatan kewaspadaan ini disebabkan kabut asap mulai tebal menyelimuti kota ini dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dengan udara yang kurang sehat, ungkap dia, kasus ISPA yang diderita masyarakat mulai melonjak, hingga minggu ke-34 atau pertengahan Agustus 2026, tercatat sebanyak 38.407 kasus.

“Mobilitas tinggi di luar ruangan tanpa penggunaan masker menjadi salah satu pemicu utamanya,” kata Yanuar.

Diungkapkan dia, dalam satu minggu masyarakat yang harus memeriksakan kesehatannya ke puskesmas hingga rumah sakit akibat gejala ISPA mencapai 1.875 orang.

“Itu minggu ke-34 tadi, pada minggu sebelumnya, yakni ke-33 itu sebanyak 1.603 kasus,” paparnya.

Menurut Yanuar, masyarakat yang banyak mengalami penyakit ISPA saat kemarau di mana udara banyak debu ditambah asap karhutla tertinggi dari kelompok orang dewasa, kemudian balita, lansia dan remaja.

“Kalau dewasa ini disebabkan mobilitas kerja lah. Orang dewasa lebih banyak bekerja di lapangan sehingga apabila kondisi kabut asap ini, mereka tidak menggunakan prosedur memakai masker, itu akan berdampak pada risiko terjadinya kasus ISPA pada mereka,” ujarnya.

Guna meminimalisasi dampak karhutla bagi kesehatan tersebut, pemerintah kota melalui satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lintas sektor di antaranya melakukan pembagian masker secara masif di jalan kepada masyarakat.

Dinkes Banjarmasin, ungkap Yanuar, juga mengeluarkan surat edaran kewaspadaan dini kepada seluruh puskesmas serta terus memberikan edukasi mengenai pencegahan dan risiko ISPA kepada para pelajar dan masyarakat luas. ant