CIREBON – Kenaikan harga telur ayam ras segar dan daging ayam ras mulai dikeluhkan pelaku usaha katering rumahan di Kabupaten Cirebon. Kenaikan harga bahan baku tersebut membuat biaya yang harus disiapkan untuk memenuhi pesanan katering ikut meningkat.
Pelaku usaha katering rumahan di Kabupaten Cirebon, Abdul Ghofar, mengatakan kenaikan harga daging ayam dan telur menjadi beban tersendiri bagi usaha yang dijalankannya. Kedua komoditas tersebut merupakan bahan pangan yang digunakan dalam berbagai menu katering.
“Kalau harga bahan baku naik, tentu biaya untuk membuat pesanan juga ikut naik. Ayam dan telur itu kan sering digunakan untuk menu katering,” kata Abdul saat ditemui, Senin.
Berdasarkan data harga pangan (31/8), harga telur ayam ras segar tercatat Rp25.850 per kilogram. Harga tersebut meningkat Rp950 atau 3,82% dibandingkan harga sebelumnya. Kenaikan juga terjadi pada daging ayam ras. Harga komoditas tersebut tercatat mencapai Rp42.050 per kilogram.
Abdul mengatakan, kenaikan harga bahan baku harus diperhitungkan ketika menerima pesanan. Namun, harga makanan yang telah disepakati dengan pelanggan membuat ruang penyesuaian menjadi terbatas.
“Kalau pesanan sudah masuk dan harganya sudah disepakati, kami harus menyesuaikan dari biaya belanja bahan. Tidak bisa begitu saja mengubah harga kepada pelanggan,” ujarnya.
Menurut dia, ayam dan telur termasuk bahan yang cukup sering digunakan dalam penyediaan makanan untuk pelanggan. Karena itu, perubahan harga kedua komoditas tersebut langsung terasa ketika melakukan belanja bahan pangan.
Ia menuturkan, kondisi harga bahan baku menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan dalam menjalankan usaha katering. Pengeluaran untuk bahan pangan harus dihitung agar pesanan tetap dapat dipenuhi sesuai kesepakatan dengan pelanggan.
“Yang paling terasa memang ketika belanja bahan. Harga ayam dan telur naik, sementara pesanan sudah ditentukan sebelumnya,” kata Abdul.
Kenaikan harga tersebut terjadi di tengah pergerakan harga sejumlah komoditas pangan. Data harga pangan daerah menunjukkan harga telur ayam ras segar menjadi salah satu komoditas yang mengalami kenaikan cukup signifikan pada akhir Agustus 2026.
Menurut Abdul, perubahan harga tersebut membuat pengelolaan biaya enjadi bagian penting dalam menjalankan usaha katering. Ia berharap harga bahan baku dapat lebih terkendali sehingga pelaku usaha tetap dapat memenuhi pesanan dengan harga yang telah disepakati. “Harapannya harga bahan baku tidak terus naik. Kalau naik terus, kami sebagai usaha kecil tentu harus lebih menghitung lagi biaya untuk setiap pesanan,” ujarnya.
Sementara itu, Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (IHPS) Nasional, yang dikelola Bank Indonesia, mencatat harga komoditas cabai rawit merah mencapai Rp87.250 per kilogram (kg), sedangkan telur ayam ras Rp31.450 per kg.
Berdasarkan data dari PIHPS yang dilansir di Jakarta, selain cabai rawit merah dan telur ayam tercatat harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional lainnya, yakni bawang merah di harga Rp50.350 per kg, bawang putih Rp47.000 per kg. bisn/mb06
