RANTAU – Pemerintah Kabupaten Tapin melalui dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak menggelar peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026, yang dirangkai dengan lomba mewarnai dan fashion show di Pendopo Galuh Bastari, Senin (31/8).

Peringatan Hari Anak Nasional ini dihadiri Bunda PAUD Tapin Hj Faridah Yamani, unsur forkopimda, para asisten, staf ahli, pimpinan OPD, serta para guru dan orangtua.

Mengusung tema; Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan, ratusan anak dari berbagai PAUD, TK, SD, serta komunitas dan organisasi anak ikut hadir memeriahkan peringatan HAN tersebut.

Kegiatan dirangkai dengan pengukuhan Forum Anak Kabupaten Tapin oleh Bupati H Yamani, dan penyerahan bantuan susu cair dan telur dari dinas pertanian, bantuan peralatan sekolah dari PT BMB Blok 2, bantuan pendidikan dari Baznas Tapin, bantuan untuk kegiatan Forum Anak Tapin, dan bantuan untuk para pendiri Tapin.

Dalam sambutannya, Bupati Tapin H Yamani menekankan pentingnya peran anak sebagai generasi penerus bangsa.

“Anak-anak hari ini adalah pemimpin masa depan. Tugas kita bersama adalah menjamin tumbuh kembang mereka secara optimal dalam lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung. Dengan anak-anak yang hebat, kita yakin Indonesia akan kuat menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Menurutnya, dengan menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak, sejalan dengan misi pembangunan, yakni mewujudkan Tapin Maju, Maju Banuanya Baiman Warganya.

Bupati Yamani mengatakan, anak-anak merupakan amanah dari Tuhan Yang Maha Esa dan harus di jaga dan di beri kasih sayang, termasuk mendapatkan perlindungan pendidikan, karena anak-anak saat ini adalah penerus generasi muda.

“Karena itu, kita sebagai pemerintah daerah harus jemput bola untuk menjaga anak-anak sebagai penerus generasi bangsa di masa yang akan datang, dengan mempersiapkan generasi yang sehat, cerdas, kreatif, inovatif, berprestasi, dan mampu menghadapi perkembangan zaman,” katanya.

Ia menambahkan, nilai beriman perlu di tanamkan sejak dini melalui pendidikan karakter, keimanan, ketaqwaan, akhlak mulia, serta rasa hormat dan kepedulian kepada sesama.

“Kita tidak dapat bekerja sendiri mewujudkan perlindungan dan pemenuhan hak anak, melainkan memerlukan kolaborasi keluarga, masyarakat, serta satuan pendidikan, dunia usaha, media, dan seluruh pemangku kepentingan,” ucapnya.

Ia pun mengajak untuk bersama-sama mewujudkan Tapin yang semakin ramah anak, tempat anak dapat tumbuh dengan bahagia, aman dan sejahtera, cerdas, serta bebas dari kekerasan dan diskriminasi.

“Kepada para orangtua haruslah menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak dengan memberikan kasih sayang dan perhatian, pendidikan, dan teladan yang baik kepada anak-anak,” pungkasnya. her