BALANGAN — Kepemimpinan Bupati Balangan H. Abdul Hadi terus diwarnai berbagai program pembangunan dan capaian yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan serta kualitas hidup masyarakat.
Mengusung semangat pembangunan melalui visi “Membangun Desa, Menata Kota”, Pemerintah Kabupaten Balangan di bawah kepemimpinan H. Abdul Hadi secara bertahap memperkuat pembangunan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi, pelayanan publik hingga inovasi pemerintahan.
Salah satu sektor yang mendapat perhatian besar adalah pendidikan. Melalui Program Beasiswa 1.000 Sarjana, Pemkab Balangan berupaya membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi generasi muda daerah. Hingga April 2026, program tersebut tercatat telah menjangkau 3.780 penerima melalui kerja sama dengan 44 perguruan tinggi di berbagai wilayah Indonesia.
Program ini menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Balangan.
Perhatian terhadap pendidikan juga diperluas melalui berbagai program bantuan pendidikan lainnya, termasuk beasiswa bagi santri serta dukungan terhadap pelajar dan mahasiswa melalui Program Indonesia Pintar (PIP). Tidak hanya pendidikan, sektor perumahan dan kesejahteraan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan.
Melalui program Bedah 1.000 Rumah atau Bedah Seru, pemerintah daerah berupaya membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan hunian yang lebih layak sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan tempat tinggal.
Di sektor kesehatan, Kabupaten Balangan mencatat sejumlah prestasi. Pada 2025, Balangan menerima penghargaan atas keberhasilan mencapai status eliminasi malaria, setelah mampu mempertahankan nol kasus malaria lokal selama tiga tahun berturut-turut. Komitmen terhadap jaminan kesehatan masyarakat juga mendapatkan pengakuan melalui UHC Awards 2026 predikat Utama.
Penghargaan tersebut diterima Bupati H. Abdul Hadi pada Januari 2026 dan menempatkan Balangan sebagai salah satu dari dua kabupaten di Kalimantan Selatan yang memperoleh kategori tersebut.
Sementara dalam penanganan stunting, Balangan juga menunjukkan capaian positif. Kabupaten Balangan berhasil meraih peringkat II tingkat Provinsi Kalimantan Selatan dalam Pelaksanaan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2024.
Pemerintah Kabupaten Balangan juga terus mendorong lahirnya inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.Hingga 2026, lebih dari 200 inovasi daerah disebut telah dikembangkan dan diterapkan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan serta memberikan kemudahan bagi masyarakat.
Budaya inovasi tersebut turut mengantarkan Kabupaten Balangan meraih berbagai penghargaan, termasuk Innovative Government Award (IGA) dari Kementerian Dalam Negeri serta sejumlah apresiasi lainnya dalam bidang penyelenggaraan pemerintahan.
Di bidang ekonomi daerah, kiprah H. Abdul Hadi juga mendapat apresiasi melalui Pemimpin Daerah Award 2025 kategori Pembangunan Ekonomi Daerah dari iNews Media Group yang diterima pada 28 Agustus 2025 di Jakarta.
Sementara itu, komitmen terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik dan keterbukaan informasi juga mendapat apresiasi melalui Penghargaan Daerah Peduli Layanan Publik dan Keterbukaan Informasi Tahun 2025 pada ajang Apresiasi Kepala Daerah Kompas TV.
Memasuki 2026, berbagai program unggulan terus dilanjutkan dan diperluas. Pemerintah Kabupaten Balangan juga memberikan perhatian lebih besar kepada kelompok masyarakat rentan. Salah satunya melalui kebijakan jaminan pendidikan bagi anak yatim yang mulai diberlakukan sejak 1 Juli 2026. Kebijakan tersebut memberikan jaminan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi bagi anak yatim yang kehilangan ayah.
Pada Agustus 2026, Pemkab Balangan kembali memperkuat sektor pendidikan melalui penyerahan Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) serta sertifikat Beasiswa 1.000 Sarjana kepada pelajar dan mahasiswa.
Selain pendidikan, pembangunan infrastruktur juga terus diarahkan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat hingga wilayah pedesaan. Perbaikan infrastruktur, peningkatan pelayanan kesehatan, penguatan ekonomi masyarakat serta berbagai program sosial menjadi bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang lebih merata.{{ida/mb03]}
