What's Hot

RANTAU,- Sebanyak 3.050 peserta dari anak – anak sampai orang tua mengikuti prosesi baayun maulid dimana peserta tertua atas nama Hj Faridah 90 tahun dari sungai tabuk Kabupaten Banjar dan yang termuda ayas nama Naura Lutfiah umur 15 hari desa Badaun, Kecamatan Tapin Utara dan yang paling jauh tahun ini atas nama Huzaifah Ibnul dari Jakarta.

Demikian apa yang di sampaikan Ahmad Suriansyah Kepala Desa Banua Halat Kanan, Selasa (25/08/26). Seperti yang diutarakan Suriansyah adapun kehadiran peserta tertua Hj Faridah yang hadir dalam prosesi baayun maulid tahun ini untuk menunaikan hajat karena sembuh dari sakit.”Jika sembuh dari sakit struk sidin bernazar akan baayun di masjid keramat,” kata Suriansyah.

Dalam kesempatan itu Suriansyah menyampaikan terimakasih kepada para tamu undangan, panitia dan semua pihak yang telah berpartisipasi atas terlaksananya kegiatan prosesi baayun maulid.

Ucapan terimakasih terutama kepada Sekretaris daerah provinsi Kalsel HM Syarifuddin bersama Ketua DWP Provinsi Kalsel Hj Masrupah, Bupati Tapin H Yamani, Wakil Bupati Tapin H Juanda, Ketua DPRD Tapin Achmad Riduan Syah, Forkopimda serta Guru Syairaji dari HSS, Ketua TP PKK Hj Faridah Yamani, Ketua GOW Hj Elya Hartati serta tokoh agama dan tokoh masyarakat Tapin yang hadir pada kegiatan baayun maulid dalam rangka memperingati maulid nabi Muhammad SAW di desa Banua Halat, kabupaten Tapin.

Diungkapkan Suriansyah, peringatan maulid nabi di desa Banua Halat ini, menjadi pusat perhatian dimana ribuan jemaah dari berbagai daerah hadir dalam tradisi Baayun Maulid yang telah diwariskan turun-temurun.

Tradisi ini mencerminkan rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus doa agar anak-anak yang diayun tumbuh sehat, berakhlak mulia, dan dalam lindungan Allah.”Semoga peringatan maulid nabi tahun depan bisa kembali terlaksana dengan baik,” tandasnya.{[her/mb03]}