PARINGIN-Kongres Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan ke-V digelar di Kabupaten Balangan, Sabtu (22/8/2026). Forum ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengevaluasi organisasi, membahas kepengurusan berikutnya, serta menentukan arah gerak Aliansi BEM se-Kalimantan Selatan.

Universitas Sapta Mandiri (UNIVSM) menjadi tuan rumah kegiatan yang berlangsung di Mahligai Mayang Maurai, Paringin. Setelah pembukaan, peserta melanjutkan kegiatan dengan agenda persidangan untuk membahas berbagai hal terkait keberlanjutan organisasi.

Ketua Pelaksana, Sasya Nabila, mengatakan, persidangan menjadi bagian utama kongres setelah rangkaian pembukaan.“Jadi kegiatan hari ini pembukaan terlebih dahulu, setelah itu dilanjutkan lagi dengan agenda persidangan,” katanya.

Koordinator Pusat Aliansi BEM se-Kalimantan Selatan, Muhammad Irfan Naufal, menyatakan, kongres tidak hanya menjadi bagian dari fungsi Aliansi BEM sebagai agen kontrol dan perubahan, tetapi juga menjadi momentum silaturahmi dan konsolidasi antarmahasiswa.

Konsolidasi tersebut melibatkan BEM dari wilayah 1, 2, dan 3 yang mencakup 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.“Alhamdulillah kegiatan hari ini kita laksanakan di Kabupaten Balangan, kawan-kawan dari seluruh BEM se-Kalimantan Selatan datang ke sini untuk melakukan sebuah konsolidasi agar kemajuan masyarakat Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Bupati Balangan Abdul Hadi mendorong, mahasiswa tidak hanya menjalankan peran sebagai bagian dari kelompok intelektual, tetapi juga aktif menjadi agen perubahan.“Kita bukan hanya bagian daripada intelektual masyarakat, tapi juga kita adalah agen perubahan untuk membawa Indonesia, daerah kita, kabupaten kita ke arah yang lebih baik dalam menjalani kehidupan,” pesannya.

Kongres Aliansi BEM se-Kalimantan Selatan ke-V diharapkan menghasilkan keputusan yang memperkuat kepengurusan sekaligus memperjelas arah gerak organisasi dalam berkontribusi bagi masyarakat dan daerah.{[rel/mb03]}