TANJUNG – Seorang pelajar berusia 15 tahun bernama Rabani Akbar, warga Desa Mangkusip RT 1, Kecamatan Tanta, ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di sungai di Desa Pamarangan Kanan RT 3, Kecamatan Tanta, Kamis (20/8) sekitar pukul 12.45 Wita.
Peristiwa tersebut bermula saat korban bersama 11 temannya pulang sekolah sekitar pukul 12.20 Wita. Mereka kemudian berencana mandi dan berenang di sungai Desa Pamarangan Kanan.
Sebelum berangkat, korban sempat dilarang rekannya karena mengetahui Rabani tidak bisa berenang. Namun, larangan tersebut tidak dihiraukan korban. Setibanya di lokasi, salah seorang teman korban terlebih dahulu terjun ke sungai untuk berenang. Tak lama kemudian, Rabani ikut terjun ke sungai.
Beberapa rekan yang masih berada di pinggir sungai kemudian melihat korban mengangkat kedua tangannya sambil berteriak. Tak lama berselang, posisi korban terlihat dalam keadaan kepala berada di bawah permukaan air, dan punggung berada di atas permukaan air.
Melihat kejadian tersebut, teman-temannya pun meminta pertolongan kepada warga sekitar. Salah seorang warga bernama Tapah yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian kemudian segera turun ke sungai untuk memberikan pertolongan kepada korban.
Setelah dilakukan upaya pertolongan, kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak Polsek Tanta untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Polsek Tanta di pimpin Kapolsek Ipda Aris Sufariyadi yang datang ke lokasi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan lokasi, dan meminta keterangan sejumlah saksi.
Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana melalui Kasi Humas Iptu Heri Siswoyo mengatakan, korban diketahui merupakan siswa kelas II SMP Negeri 1 Tanta.
“Pihak keluarga telah mengetahui kejadian tersebut dan korban telah menjalani pemeriksaan luar oleh pihak Puskesmas Tanta,” katanya.
Ia menyebutkan, pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut dan menyatakan penolakan terhadap tindakan autopsi yang dituangkan dalam surat pernyataan penolakan autopsi.
Kasi human pun mengimbau kepada para orangtua dan masyarakat, khususnya anak-anak serta pelajar, agar tidak melakukan aktivitas berenang di sungai.
“Jangan berenang di sungai tanpa pengawasan orang dewasa. Apalagi bagi mereka yang tidak bisa berenang agar tidak terjadinya kecelakaan dan korban jiwa,” pungkasnya. yan
