TANJUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran Hutan/Lahan dan Kekeringan (Karhutla), Rabu (19/8).

Kegiatan yang bertempat di Halaman Pendopo Bersinar Pembataan ini dipimpin langsung oleh Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani dan turut dihadiri Forkopimda serta seluruh tamu undangan.

Dalam amanatnya, Bupati menyampaikan Karhutla dan kekeringan dapat memberikan dampak yang luas, baik terhadap lingkungan, kesehatan, pertanian, maupun aktivitas masyarakat.

“Oleh karena itu, kita tidak boleh menunggu bencana terjadi baru kemudian bertindak. Pencegahan dan kesiapsiagaan harus dilakukan sejak awal,” katanya.

Ia pun mengingatkan agar seluruh jajaran terkait untuk terus melakukan pemantauan dan memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Hindari pembakaran lahan secara sembarangan dan segera laporkan apabila ditemukan titik api atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran,” tegasnya.

Sementara untuk menghadapi kekeringan, Bupati menghimbau agar selalu memperhatikan ketersediaan air dan menggunakannya secara bijak.

“Wilayah yang berpotensi mengalami kekurangan air juga perlu dipantau dan disiapkan langkah penanganannya,” tuturnya.

Menurutnya, penanganan bencana tidak mungkin dilakukan oleh pemerintah sendiri tapi membutuhkan sinergi antara, TNI dan Polri, BPBD, pemadam kebakaran, Manggala Agni, KPH, Basarnas, dunia usaha, pemerintah desa dan kelurahan, relawan, organisasi masyarakat, hingga seluruh masyarakat.

“Saya berharap seluruh unsur yang hadir pada hari ini memahami peran masing-masing. Pastikan personel, peralatan, sarana pendukung, dan komunikasi siap digunakan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan,” pungkasnya.yan/rds