JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga sejumlah komoditas pangan naik pada pekan kedua Agustus 2026. Kenaikan harga terjadi pada beras, daging ayam ras, cabai merah, hingga cabai rawit di sejumlah kabupaten/kota.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan daging ayam ras menjadi komoditas dengan sebaran kenaikan harga paling luas.
Hingga pekan kedua Agustus, kenaikan harga ayam terjadi di 205 kabupaten/kota, meningkat dari 188 kabupaten/kota pada pekan sebelumnya. “Berdasarkan komoditasnya dan juga jumlah kabupaten/kota yang mengalami peningkat IPH-nya, ini terutama pada daging ayam ras, ada 205 kabupaten/kota yang mengalami peningkatan harganya dibanding dengan yang minggu sebelumnya 188 (kabupaten/kota). Selain itu juga masih ada cabai merah yang terjadi pada 168 kabupaten/kota, dan juga cabai rawit yang pada 155 kabupaten/kota,” ujar Ateng.
Jumlah kabupaten/kota yang mencatat kenaikan harga beras juga bertambah dari 106 menjadi 120 daerah. Kemudian, wilayah yang mencatat kenaikan harga cabai rawit bertambah dari 133 menjadi 155 kabupaten/kota.
Untuk bawang putih, kenaikan harga tercatat di 48 kabupaten/kota, relatif stagnan dibandingkan 50 kabupaten/kota pada pekan sebelumnya.
Sementara, untuk beras, kenaikan harga secara nasional masih relatif tipis. Rata-rata harga beras medium hingga minggu kedua Agustus mencapai Rp14.515 per kilogram (kg), naik 0,23 persen dibandingkan Juli yang sebesar Rp14.481 per kg.
Adapun rata-rata harga beras premium mencapai Rp16.363 per kg, naik 0,20 persen dari Rp16.330 per kg pada Juli.
Ateng mengatakan kenaikan harga beras terjadi dengan tingkat yang berbeda di tiap daera. Gorontalo mencatat perubahan indeks perkembangan harga (IPH) beras paling tinggi di tingkat provinsi, yakni 8,06 persen. Bengkulu berada di posisi berikutnya dengan 1,59 persen, sementara provinsi lainnya berada di bawah 1 persen.
Di sisi lain, sejumlah provinsi justru mengalami penurunan harga beras, antara lain Sumatra Barat, Papua Barat Daya, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, dan Kalimantan Timur.
“Walaupun demikian, kalau kita cermati berdasarkan kabupaten/kotanya masih cukup, beberapa kabupaten/kota yang perubahan IPH untuk berasnya itu masih tergolong tinggi,” ujar Ateng.
Pada tingkat kabupaten/kota, kenaikan IPH beras tertinggi terjadi di Bone Bolango sebesar 13,01 persen, disusul Pohuwato 9,67 persen dan Gorontalo Utara 6,47 persen. Sementara itu, kenaikan di Bengkulu Selatan mencapai 5,45 persen dan Nduga 4,88 persen.
Untuk harga rata-rata beras seluruh kualitas di tingkat provinsi, Gorontalo tercatat Rp15.432 per kg, dengan kenaikan IPH 8,06 persen. Bengkulu berada di posisi berikutnya dengan harga Rp14.798 per kg dan kenaikan IPH 1,59 persen.
Kenaikan lebih besar terjadi pada daging ayam ras. Rata-rata harga nasional hingga minggu kedua Agustus mencapai Rp40.041 per kg, naik 4,92 persen dibandingkan rata-rata Juli yang sebesar Rp38.164 per kg. cnn/mb06
