JAKARTA, – Dalam meningkatkan kualitas dan mutu pelayanan Pemkab Tapin terus melakukan penguatan layanan kesehatan masyarakat. Sejumlah kebutuhan sarana dan prasarana kesehatan diusulkan mendapat dukungan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang kesehatan.

Keinginan itu disampaikan Bupati Tapin H Yamani saat audiensi dengan Kementerian Kesehatan RI di Ruang Rapat 215, Lantai 2 Blok C Gedung Adhyatma Kemenkes, Jakarta, Rabu (12/8/2026) lalu.

Seperti yang diutarakan H Yamani dalam paparannya, sejumlah persoalan yang masih dihadapi fasilitas kesehatan di Kabupaten Tapin. Mulai dari keterbatasan gedung Puskesmas, transportasi layanan kesehatan, kelistrikan, hingga sarana penunjang layanan rujukan.

Pada layanan primer, terdapat empat Puskesmas yang menghadapi keterbatasan ruang. Salah satunya Puskesmas Pandahan yang kondisinya terdampak pascakebakaran.

Selain itu, lima Puskesmas masih membutuhkan kendaraan Pusling roda empat. Untuk wilayah perairan, kebutuhan armada juga menjadi perhatian karena waktu respons layanan darurat masih terkendala. Pemkab Tapin mengusulkan satu unit speedboat untuk mendukung pelayanan di wilayah Baringin.

Persoalan lainnya adalah jaringan listrik yang belum stabil pada sejumlah puskesmas dengan kepadatan pasien dan layanan perawatan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap keberlangsungan pelayanan, termasuk stabilitas vaksin dan sistem informasi kesehatan digital.

“Kita ingin pelayanan kesehatan masyarakat di Tapin terus meningkat. Karena itu, sarana dan prasarana yang masih kurang perlu kita lengkapi secara bertahap,” papar H Yamani.

H Yamani menambahkan, untuk layanan rujukan, Pemkab Tapin juga mengusulkan pembangunan gedung Unit Pengelola Darah (UPD) RSUD Datu Sanggul. Kondisi UPD saat ini dinilai belum sesuai prototipe dan berada di lantai, sehingga menimbulkan keluhan serta kurang memberikan kenyamanan bagi pendonor.

Kita juga mengusulkan tambahan alat kesehatan penunjang layanan KJSU-KIA dan hemodialisis (HD), termasuk ambulans rujukan. Layanan rujukan juga harus diperkuat. Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan pelayanan prioritas terkendala karena keterbatasan alat kesehatan maupun sarana transportasi,” tambahnya.

Sementara dalam usulan tersebut, Puskesmas Pandahan direncanakan direlokasi dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp13,55 miliar. Puskesmas Tapin Utara, Piani dan Hatungun diusulkan dibangun kembali agar memenuhi standar fasilitas pelayanan kesehatan.

Untuk mendukung pelayanan luar gedung, lima puskesmas juga diusulkan mendapatkan kendaraan pusling roda empat. Yakni Puskesmas Pandahan, Tambaruntung, Banua Padang, Lokpaikat dan Tapin Utara.

Sementara Puskesmas Baringin diusulkan mendapat satu unit pusling air dengan nilai sekitar Rp1,3 miliar. Untuk Puskesmas Tapin Utara dan Salam Babaris diusulkan mendapatkan dukungan PLTS/solar cell. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan pelayanan ketika terjadi gangguan pasokan listrik.

Sedangkan untuk RSUD Datu Sanggul, pembangunan gedung UPD menjadi salah satu usulan terbesar dengan rencana anggaran sekitar Rp22,42 miliar. Bupati Tapin H Yamani berharap, usulan tersebut dapat mendapat perhatian pemerintah pusat sehingga peningkatan fasilitas kesehatan di daerah dapat direalisasikan.

Diharapkan dukungan dari pemerintah pusat bisa mempercepat pemerataan pelayanan kesehatan. Masyarakat di wilayah perkotaan maupun perdesaan, termasuk wilayah perairan, harus mendapatkan pelayanan yang cepat dan layak, tandasnya.

Untuk di ketahui, usulan bidang kesehatan tersebut diarahkan untuk menjawab persoalan nyata di lapangan. Mulai dari tata ruang fasilitas yang belum memenuhi standar, keterbatasan kendaraan pelayanan, sulitnya akses wilayah perairan, gangguan kelistrikan hingga keterbatasan sarana layanan rujukan.{[her/mb03]}