JAKARTA – Digitalisasi UMKM tidak hanya ber­langsung melalui media sosial da platform per­dagangan elektronik, tetapi mulai diterapkan pada kemasan produk. Kemasan dengan kode QR dapat menghubungkan produk fisik dengan in­formasi usaha dan kanal penjualan digital.

Pendekatan tersebut diterapkan dalam pro­g­ram pengabdian kepada masyarakat yang me­li­batkan Universitas YARSI dan Universitas Krisnadwipayana melalui dukungan pendanaan BIMA Kemendiktisaintek 2026. Program ini men­yasar POKLAHSAR NaminaSang Farm di Desa Mandalamekar, Kabupaten Bandung.

Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas YARSI Rini Hidayati mengatakan, penerapan kode QR pada kemasan dapat mem­per­luas fungsi kemasan dari sekadar pelindung pro­duk menjadi media informasi sekaligus peng­hubung ke kanal digital.

“Melalui smart packaging yang terintegrasi dengan QR Code, kemasan tidak hanya menjadi iden­titas produk, tetapi juga dapat menjadipintu ma­suk menuju informasi digital dan kanal pe­ma­saran yang dimiliki mitra,” ujar Rini.

Tahap awal program difokuskan pada pem­buatan kemasan yang terintegrasi dengan kode QR. Mitra mendapatkan pelatihan mengenai konsep kemasan digital dan cara menghubungkan kode tersebut dengan informasi produk.

Tahap berikutnya mencakup pelatihan pembuatan kode QR dan pengelolaan informasi di­gital. rep/mb06