Jakarta – Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Muhammad Shohibul Fikri percaya diri bisa menggondol gelar juara Kejuaraan Dunia BWF 2026 yang berlangsung di Arena Indira Gandhi, New Delhi mulai 17-23 Agustus mendatang.
Pasangan dari Fajar Alfian ini ditargetkan oleh PBSI untuk bisa mengamankan gelar juara pada turnamen BWF yang berlangsung sejak 1977 tersebut.
“Peluang (juara) pasti ada ya, untuk siapa pun peluang itu pasti terbuka lebar. Cuma balik lagi ke masing-masing individu ya, karena Kejuaraan Dunia itu ya pertandingan yang cukup sangat ingin diraih, jadi kadang kalau kita terlalu menggebu-gebu juga itu tidak baik,” kata Fikri kepada pewarta di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Rabu.
Fajar/Fikri menatap Kejuaraan Dunia 2026 dengan motivasi tinggi setelah mampu menjuarai dua turnamen BWF beruntun sebelumnya yakni Japan Open 2026 dan China Open 2026.
Menurut Fikri gelar juara tersebut juga menambah motivasinya untuk bisa membuktikan diri bisa tampil menjanjikan meski berstatus sebagai debutan.
“Alhamdulillah kemarin dengan hasil yang bagus, kami pun tetap persiapan harus lebih baik lagi ya. Karena menghadapi Kejuaraan, apa pun bisa terjadi, dan pasti pasangan yang bermain menggebu-gebu ingin menjuarai pertandingan tersebut,” ungkap Fikri.
Dengan persiapan kurang lebih selama dua minggu, Fikri mengatakan bahwa telah menjalani persiapan yang sudah berjalan sangat baik untuk bisa tampil dalam Kejuaraan Dunia yang memasuki edisi ke-30 tersebut.
Ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin berambisi merebut medali juara Kejuaraan Dunia BWF 2026 yang berlangsung di Arena Indira Gandhi, New Delhi mulai 17-23 Agustus mendatang.
Joaquin ingin mengakhiri rasa penasarannya untuk bisa menjadi juara dunia BWF setelah sebelumnya gagal menjadi juara di level junior.
“Kejuaraan Dunia kalau menurut saya salah satu turnamen yang bergengsi, dan juga kalau menurut saya dia medalinya beda sendiri. Saya ingin punya juga. Dulu junior kan saya individualnya kalah, jadi saya ingin coba ambil di yang senior,” ungkap Joaquin kepada pewarta di Jakarta, Rabu.
Raymond/Joaquin yang berstatus sebagai debutan pada turnamen tersebut mengaku telah melakukan persiapan dengan cukup baik selama jeda kurang lebih dua minggu terakhir.
“Kalau yang Kejuaraan Dunia ada sih yang membedakan, paling kayak kita lebih banyak latihan skema pertahanan. Kalau secara program mungkin sama yang lain hampir sama, cuma memang kita lebih diprioritaskan dulu. Terus setelah kita sudah selesai, habis itu mereka ada program sendiri yang China (Masters),” ujar Raymond mengenai persiapannya menatap gelaran kejuaraan dunia ini.
Runner-up Indonesia Masters 2026 tersebut juga bertekad untuk bisa memutus rentetan hasil negatifnya di Japan Open 2026 dan China Open 2026 dengan membuktikan diri bisa tampil jauh lebih menjanjikan dalam Kejuaraan Dunia yang memasuki edisi ke-30 tersebut.ant
