BANJARBARU – Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sjamsudin Noor Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menggelar bakti sosial kesehatan dan pasar murah di Hari Bakti TNI Angkatan Udara yang ke-79 tahun 2026.
“Selain operasi katarak, ada juga sunatan massal, pengobatan umum gratis hingga pemeriksaan gigi dan pemasangan KB bagi ibu-ibu,” kata Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Sjamsudin Noor Banjarmasin Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita di Banjarbaru, Sabtu.
Danlanud mengatakan bakti sosial kesehatan itu merupakan suatu kebanggaan bagaimana kehadiran TNI AU memberikan dampak yang positif buat masyarakat.
Dia berharap membawa kebahagiaan dan kebaikan buat masyarakat di sekitar Lanud Sjamsudin Noor di kota Banjarbaru dan Kalimantan Selatan pada umumnya.
Danlanud juga mengungkapkan, Hari Bakti TNI AU untuk mengenang peristiwa heroik serangan udara pertama ke markas Belanda di Semarang dan gugurnya tiga tokoh perintis AURI ketika pesawat misi kemanusiaan membawa obat-obatan ditembak jatuh Belanda di Yogyakarta.
“Sehingga dalam hari bakti ini, pahlawan yang gugur membawa bakti sosial hari ini kita wujudkan,” jelasnya.
Kemudian sebagaimana arahan Kepala Staf TNI Angkatan Udara yang menyampaikan jika pendahulu TNI AU memberikan perlawanan pada masanya melawan perjuangan.
Namun saat ini generasi penerus TNI AU menghadapi situasi nasional dan kondisi masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian.
“Jadi bakti sosial ini wujud meneladani jiwa patriotisme dari para pahlawan TNI AU,” ungkapnya.
Selain layanan kesehatan gratis yang dipusatkan Rumah Sakit TNI AU Sjamsudin Noor, digelar pula pasar murah di sepanjang Jalan Hercules, Kelurahan Syamsudin Noor.
Masyarakat juga menyerbu penjualan ratusan tabung gas elpiji 3 kilogram yang disediakan Pertamina melalui pangkalan yang ditunjuk.
Erhansyah, salah satu warga mengaku bersyukur bisa membawa anaknya untuk ikut sunatan massal.
“Kami sangat terbantu, jika bayar sendiri tentu biayanya cukup mahal untuk khitan,” ucapnya.
Senada disampaikan Ernawati yang mengantre gas elpiji 3 kilogram mengaku selama ini kesulitan mendapatkan tabung gas mengingat terbatasnya ketersediaan di pangkalan.
“Jika beli di warung eceran harganya sampai Rp35.000, alhamdulillah di sini harganya sangat murah sesuai HET Rp18.500,” ungkapnya. ant
