BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin membuka kegiatan Rimba Mart dirangkai program Tukar Sampah dengan Sembako di kawasan Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia, Forester Cafe, Komplek Perkantoran Pemprov Kalsel, di Banjar­baru, Kamis (30/7).

Kegiatan yang digelar kolaborasi antara Dinas Ling­kungan Hidup (DLH) Kalsel bersama Dinas Kehutanan Kalsel itu menjadi upaya mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah sekaligus memperkuat peman­faatan hasil hutan yang bernilai ekonomi.

Melalui program ini, masya­rakat dapat menukarkan berbagai jenis sampah yang masih bernilai daur ulang, seperti kardus, kertas, koran, buku, botol dan gelas plastik, aki bekas, rak telur, hingga minyak jelantah dengan paket sembako.

Selain membantu mengurangi timbunan sampah, kegiatan ini juga mengedukasi masyarakat bahwa sampah yang dipilah dengan baik memiliki nilai ekonomi, sehingga dapat mem­beri manfaat sekaligus men­dukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Gubernur Kalsel, H Muhidin mengapresiasi kolaborasi berbgai pihak dalam menyukseskan program tukar sampah dengan sembako sebagai upaya keber­sihan dan menciptakan ling­kungan yang bersih, sehat dan berkelanjutan.

Menurut Gubernur H. Muhidin, gerakan ini harus dibarengi budaya menjaga ke­bersihan, dimulai dari ling­kungan masing masing. “Pro­gram tukar sampah dengan sembako harus menjadi budaya dan kebersihan harus dimulai dari lingkungan masing-masing,” katanya.

Lebih lanjut, Gubernur H. Muhidin juga mendorong reha­bilitasi hutan melalui penanaman tanaman produktif yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Hutan harus memberi manfaat bagi masyarakat melalui tanaman produktif seperti durian, manggis, rambutan, langsat dan lainnya,” ujarnya.

Selain itu, Gubernur H Muhidin menilai potensi jutaan hektare hutan di Kalsel perlu dioptimalkan, termasuk melalui pengembangan carbon credit sebagai sumber pendapatan daerah. “Potensi carbon credit harus dikelola agar memberikan manfaat bagi daerah dan masya­rakat, tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur H. Muhidin mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi dalam menjaga lingkungan demi mewujudkan Kalimantan Selatan yang lebih bersih dan sejahtera.

“Mari kita bersama-sama mendukung pelestarian ling­kungan agar Kalimantan Selatan semakin maju, bersih dan masyarakatnya sejahtera,” pungkasnya.

Kepala DLH Provinsi Kal­sel, Rahmat Prapto Udoyo mengatakan program tukar sampah dengan sembako kini telah berjalan di hampir seluruh kabupaten/kota di Kalsel sebagai upaya mendorong pengelolaan sampah berbasis ekonomi sir­kulasi. “Sampah bukan akhir, tetapi memiliki nilai ekonomi dan manfaat jika dikelola dengan baik,” ujarnya.

Rahmat berharap gerakan tersebut semakin masif melalui dukungan pemerintah, masya­rakat, dan dunia usaha agar mampu membantu kebutuhan masyarakat sekaligus mencip­takan lingkungan yang lebih bersih.

“Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar manfaat­nya bagi masyarakat dan kebe­r­sihan Kalsel,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Hj Fati­matuzzahra, menjelaskan Rimba mart menjadi wadah promosi berbagai produk hasil hutan kayu maupun hasil hutan bukan kayu yang dihasilkan Kesatuan Penge­lolaan Hutan (KPH) bersama kelompok tani hutan se-Kalsel.

“Rimba mart menjadi ajang memperkenalkan potensi hasil hutan sekaligus memberdayakan kelompok tani hutan,” ujarnya seraya menyatakan pihaknya juga terus mengembangkan hasil hutan bukan kayu melalui rehabilitasi hutan dan lahan sesuai arahan Gubernur Kalsel.

Usai membuka Rimba Mart dan program Tukar Sampah dengan Sembako, Gubernur H Muhidin meninjau stan produk unggulan hasil hutan dari berbagai Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) se-Kalsel.

Didampingi jajaran, Gubernur H Muhidin berdialog dengan kelompok tani hutan dan pelaku UMKM sekaligus melihat beragam produk hasil hutan bukan kayu sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi ma­sya­rakat berbasis kehutanan yang berkelanjutan.

Turut hadir Tenaga Ahli Gubernur, para pejabat Pim­pinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kalsel, Pimpinan Instansi Vertikal, Pimpinan Perusahaan Swasta, Pelaku UMKM, kelompok tani hutan serta tamu undangan lainnya. rfq/adpim/ani