BANJARBARU-Pertamina Patra Niaga memberi penguatan kapasitas petani penerangan teknologi budidaya nortikultura

kepada Balai pertemuan Kelompok Tani Ngudi Rahayu Kelurahan Syamsuddinnoor Kecamatan Landasan Ulin.

Acara di hadiri Alifa Meisarah (Sr. Spv. CSR & SMEPP Regional Kalimantan) ,Dimas Budiman (AFT Manager Syamsudin Noor),

Abu Yajid Bustami, S.Sos., M. A. P (Kepala DKP3 Kota Banjarbaru),Frins Usi Farina M., S.P., M.M (Kepala BPP Landasan Ulin),Ahmad Rifani S.Pt., (Katimker Penyuluhan Kota Banjarbaru) ,Dr. Shinta Anggreany, SP., M.Si (Kapoksi Penerapan & Penilaian Kesesuaian BRMP Provinsi Kalimantan Selatan),(PJ Swasembada Pangan BRMP Provinsi Kalimantan Selatan),Dinny Wahyuny, S.STP (Camat Landasan Ulin) ,Fitria Khairani, S.E., M.M (Lurah Syamsudin Noor), Supri (Ketua LPM Syamsudin Noor),Rosadi (mewakili Kabid Penyuluhan) dan Rahmalina (mewakili Kabid Pertanian dan Perkebunan).

AFT Manajer Syamsudinnoor,Dimas Budiman,mengatakan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), kami memberikan bantuan berupa pupuk, bibit unggul, serta penyuluhan kepada para petani.

Ke depan, program ini juga akan dikembangkan dengan berbagai inovasi, seperti peningkatan sistem irigasi serta penerapan teknologi untuk memantau kelembapan tanah dan kebutuhan pertanian lainnya.

Untuk saat ini, bibit yang diberikan meliputi cabai, sawi, dan ke depan juga akan ditambah dengan bibit melon. Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau tiga kelompok tani.

” Kami berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan para petani agar produktivitas maupun kualitas hasil pertanian mereka semakin meningkat,” ujar Dimas di kelompok tani Ngudi Rahayu KelurahaSyamsuddinnoor Kecamatan Landasan Ulin di Banjarbaru,Kamis (23/7).

Terkait pemasaran hasil panen, pihak perusahaan juga akan berkoordinasi dengan tim terkait untuk memberikan pelatihan, baik mengenai pemasaran secara daring (online) maupun melalui jalur pemasaran tradisional, sehingga hasil pertanian dapat dipasarkan lebih luas dan memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi para petani.

Kepala DKP3 Kota Banjarbaru,Abu Yajid Bustani menjelaskan pemerintah Kota Banjarbaru mengapresiasi kolaborasi bersama Pertamina dalam mendukung peningkatan kapasitas petani melalui program pelatihan dan pemberdayaan.

“Wali Kota berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut sehingga memberikan manfaat yang berkesinambungan bagi para petani serta mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian di Kota Banjarbaru,” tambahnya.

Terkait potensi pertanian, Pemerintah Kota Banjarbaru bersama DPRD telah menetapkan sekitar 1.000 hektare lahan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Lahan tersebut dilindungi agar tidak dialihfungsikan, sebagai upaya menjaga keberlangsungan sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kota Banjarbaru.

Langkah ini menjadi komitmen pemerintah daerah dalam memastikan ketersediaan lahan produktif untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di masa mendatang.

Ketua Kelompok Tani Ngudi Rahayu,

Sagim, membenarkanKelompok tani Ngudi Rahayu telah berdiri sejak tahun 2008 dan terus mengembangkan sektor pertanian, khususnya budidaya melon, cabai, serta berbagai jenis sayuran lainnya.

“Kami sangat bersyukur atas kepercayaan yang diberikan oleh Pertamina kepada kelompok kami untuk mengelola bantuan dana tersebut,”katanya.

Harapan dukungan ini dapat semakin memperkuat pengembangan usaha tani, meningkatkan produktivitas, serta membawa manfaat yang lebih besar bagi para petani dan masyarakat sekitar.

“Kami juga berharap kerja sama dengan Pertamina dapat terus berlanjut di masa mendatang,” harapnya.rds