MARTAPURA – Posyandu Enam Standar Pelayanan Minimal (6 SPM) Kabupaten Banjar menjadi lokasi kaji tiru Tim Pembina (TP) Posyandu Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah.
Kunjungan TP Posyandu Kabupaten Pulang Pisau disambut Ketua TP Posyandu Kabupaten Banjar Hj Nurgita Tiyas di Aula Gedung Dekranasda Martapura, Senin (20/7) pagi.
Ketua TP Posyandu Kabupaten Banjar Hj Nurgita Tiyas menyampaikan rasa bangga atas dipilihnya Kabupaten Banjar sebagai lokasi kaji tiru.
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi kesempatan berbagi pengalaman dalam penerapan Posyandu 6 SPM.
Nurgita menjelaskan, Posyandu Jati I di Desa Pasar Jati merupakan salah satu pilot project Posyandu 6 SPM di Kabupaten Banjar, yang telah diluncurkan bersama Ketua TP Posyandu Provinsi Kalimantan Selatan.
“Keberhasilan Posyandu 6 SPM ini tak lepas dari kerja keras dan komitmen para kader posyandu bersama TP Posyandu Desa Pasar Jati, dengan pembinaan dari TP Posyandu Kecamatan Astambul dan TP Posyandu Kabupaten Banjar,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan kaji tiru menjadi wadah berbagi pengalaman dalam menindaklanjuti implementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu.
Sementara, Ketua TP Posyandu Kabupaten Pulang Pisau Hasanah Rifa’i mengatakan, selain mempererat silaturahmi, kunjungan tersebut bertujuan menambah pengetahuan dan wawasan mengenai pelaksanaan Posyandu 6 SPM.
“Kegiatan kaji tiru ini sebenarnya telah kami rencanakan sejak tahun lalu, namun baru dapat terlaksana tahun ini karena adanya efisiensi anggaran. Meski demikian, hal itu tidak mengurangi semangat kami untuk terus belajar,” katanya.
Ia menilai Kabupaten Banjar layak menjadi tujuan studi karena berhasil mengembangkan Posyandu 6 SPM hingga mampu mewakili Kalimantan Selatan, dan meraih prestasi di tingkat nasional.
“Kami ingin mempelajari praktik baik yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Banjar dan Pemerintah Desa Pasar Jati, dalam mempercepat transformasi posyandu melalui pemenuhan enam Standar Pelayanan Minimal, termasuk berbagai inovasi dan kolaborasi yang diterapkan,” ucapnya.
Kegiatan kaji tiru di isi dengan sesi dialog, penyerahan cinderamata antara kedua daerah, kemudian di tutup dengan ramah tamah dan makan siang bersama. ril/dio
