BANJARMASIN – Musim kemarau yang ditandai dengan suhu udara lebih panas dan kondisi lingkungan yang kering kembali diiringi meningkatnya kewaspadaan terhadap infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Penyakit ini secara konsisten masuk dalam daftar 10 besar penyakit terbanyak yang dilaporkan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin dr Dwi Atmi Susilaastuti menjelaskan, kasus ISPA ini patut diwaspadai karena merupakan salah satu penyakit yang hampir setiap tahun mendominasi laporan kasus.

Kondisi musim kemarau dinilai menjadi salah satu faktor yang dapat memicu meningkatnya gangguan saluran pernapasan akibat paparan debu dan kualitas udara yang menurun.

“ISPA dari tahun ke tahun memang selalu masuk dalam 10 besar penyakit terbanyak yang terlaporkan di bidang kesehatan,” ujar dr Atmi, Selasa (14/7).

Dia mengatakan, perbandingan sepanjang tahun 2025, kasus ISPA mencapai 28.626. Dan untuk tahun ini pada data Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin hingga akhir Mei 2026, kasus ISPA mencapai 9.657.

“Yang rentan terserang yakni lansia dan balita, namun di usia berapa pun hendaknya menjaga imun mengingat udara kering kemarau yang rentan penyakit ISPA,” katanya.

Karena itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dengan menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi paparan debu dan asap, mencukupi kebutuhan cairan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti batuk, pilek, demam, atau sesak napas. “Kalau keluar rumah harus pake masker untuk melindungi dari debu karena kering atau asap, selalu menyiapkan air putih agar tidak terjadi dehidrasi, “tutupnya. via