MAKASSAR – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Hj Fathul Jannah Muhidin menyatakan pihaknya komitmen mendorong dan memperluas jangkauan program hingga ke masyarakat di pelosok daerah.

Komitmen itu disampaikan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Hj Fathul Jannah disela menghadiri rangkaian Puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (11/7) sore.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para kader, TP PKK Pusat juga menyerahkan penghargaan Adhi Bhakti Utama berupa Pin Emas kepada kader PKK yang telah mengabdi lebih dari 25 tahun. Penghargaan tersebut menjadi wujud penghormatan atas pengabdian panjang para kader dalam mendukung pelaksanaan program pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga di seluruh Indonesia.

Puncak HKG PKK turut dihadiri Ketua Umum TP PKK Pusat, Ny Tri Suswati Tito Karnavian, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, Wamendagri, Ribka Haluk, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman bersama Ketua TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina serta para Ketua TP PKK Provinsi, Kabupaten/Kota, dan jajaran Seruni Kabinet Merah Putih.

Usai mengikuti HKG PKK ke-54, Hj Fathul Jannah menyampaikan harapannya agar TP PKK Kalimantan Selatan semakin mampu menjangkau masyarakat secara langsung melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan keluarga.

“Kami berharap Tim Penggerak PKK Kalimantan Selatan dapat semakin menjangkau masyarakat secara langsung, sebagaimana arahan yang telah disampaikan oleh Ibu Menteri,” sampai Hj Fathul Jannah sesuai kegiatan.

DAlam kesempatan itu, Hj Fathul Jannah juga menyampaikan dukungan terhadap upaya pemerintah dalam memperkuat pelaksanaan program PKK, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Menurutnya, kelancaran pelaksanaan kegiatan PKK memerlukan mekanisme pertanggungjawaban yang jelas serta dukungan pendanaan yang memadai untuk menjalankan 10 Program Pokok PKK.

“Semoga dengan sinergi dan dukungan tersebut, PKK dapat terus memberikan manfaat yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat,” harap Hj Fathul Jannah.

Sementara itu, Pelindung Tim Penggerak PKK (TP PKK) Pusat, Selvi Ananda Gibran menegaskan bahwa upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi merupkan tanggung jawab bersama.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan kepada para kader dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Menurut Selvi, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat ditentukan oleh kerja sama seluruh pihak dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial serta memastikan setiap program benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selvi juga mengapresiasi dedikasi para kader dan pendamping PKH yang selama ini bekerja hingga ke pelosok daerah. Menurutnya, semangat dan pengabdian mereka menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.

“Perjuangan para kader PKH tidak bisa dianggap sepele. Apa yang telah Bapak dan Ibu lakukan memberikan manfaat yang nyata agi keluarga-keluarga di Indonesia,” pungkasnya.

Selvi menambahkan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang lebih baik. Oleh karena itu, peran perempuan, khususnya para ibu, sangat strategis dalam membentuk karakter dan kesejahteraan keluarga.

Menurut Selvi, nilai-nilai yang diterapkan dalam keluarga akan memberikan dampak yang lebih luas ketika dibawa ke lingkungan masyarakat melalui berbagai kegiatan PKK. Dengan demikian, para kader PKK diharapkan terus menjadi motor penggerak pemberdayaan keluarga dan masyarakat di seluruh Indonesia.

Sebanyak 6,3 juta kader PKK yang tersebar di seluruh Indonesia menjadi modal sosial terbesar dalam mendukung percepatan program pembangunan nasional. Kekuatan tersebut ditegaskan Ketua Umm Tim Penggerak PKK Pusat, Tri Suswati Tito Karnavian, saat peringatan HKG PKK Tahun 2026. mr/adpim/ani