JAKARTA – Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memperkirakan penjualan ritel selama libur sekolah meningkat sekitar 15%-20%. Momentum tersebut menjadi penopang industri ritel di tengah periode low season yang lebih panjang pada tahun ini. Ketua Umum APPBI Alphozus Widjaja mengatakan realisasi peningkatan penjualan masih menunggu hingga masa libur sekolah berakhir pada pertengahan Juli 2026. “Biasanya kurang lebih 15-20% [peningkatan selama libur sekolah]. Nanti kita tunggu, ini kan masih berjalan libur sekolahnya. Mungkin sampai pertengahan bulan Juli ini,” kata Alphonzus.
Dia menuturkan pusat perbelanjaan masih menjadi destinasi utama masyarakat selama liburan karena tidak hanya berfungsi sebagai tempat berbelanja, tetapi juga sebagai ruang berkumpul. “Karena kan memang mal itu bukan hanya, fungsinya bukan hanya sekadar tempat belanja. Terus Indonesia kan punya culture suka berkumpul, dan berkumpul,” ujarnya.
Menurut Alphonzus, peningkatan transaksi selama libur sekolah terutama ditopang oleh sektor makanan, minuman, dan hiburan. Sementara itu, kontribusi penjualan produk nonmakanan dinilai tidak terlalu signifikan.
“Ada yang belanja di nonmakanan minuman, tetapi jumlahnya saya kira tidak terlalu signifikan. Yang lebih dipilih adalah, kalau seperti libur-libur seperti ini adalah makanan minuman, hiburan, dan lain sebagainya. Memang didominasi oleh makanan minuman dan hiburan,” lanjutnya.
Dia mengatakan libur sekolah menjadi salah satu momentum penting bagi industri ritel tahun ini. Pasalnya, sektor ritel menghadapi periode low season yang lebih panjang setelah Ramadan dan Idulfitri berlangsung lebih awal pada kuartal I, sehingga kuartal II dan III tidak lagi didorong konsumsi musiman seperti tahun-tahun sebelumnya. Di sisi lain, industri ritel juga menghadapi tekanan dari perlambatan ekonomi global, kenaikan biaya logistik dan energi, pelemahan nilai tukar rupiah, serta meningkatnya suku bunga pinjaman.
Dalam kondisi tersebut, momentum libur sekolah dinilai membantu menjaga aktivitas pusat perbelanjaan maupun kinerja pelaku ritel. “Jadi ada event-event liburan sekolah, ada momen-momen tersebut tentunya sangat membantu. Jadi saya kira dirasakan oleh pusat perblanjaan dan juga teman-teman ritel, libur sekolah ini sangat membantu,” tandasnya. bisn/mb06
