AMUNTAI – Bupati HSU H Sahrujani, menghadiri kegiatan Penguatan Kapasitas Kader Posyandu dalam Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil untuk Pencegahan Stunting yang diselenggarakan di Hotel Lambung Mangkurat Amuntai.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi kader Posyandu, dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu hamil sebagai salah satu langkah strategis dalam upaya percepatan pencegahan stunting.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kabupaten Hulu Sungai Utara, H. Sahrujani; Rektor Universitas Lambung Mangkurat atau yang mewakili beserta Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Prof. Dr. H. Asmu’i, M.Si.; serta Lurah Kebun Sari, Muhammad Iqbal Maulana.
Bupati H. Sahrujani mengawali dengan menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Universitas Lambung Mangkurat, atas komitmennya dalam melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Utara.
“Bupati Hulu Sungai Utara menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Universitas Lambung Mangkurat atas komitmennya dalam melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Utara,” ujarnya
Terus, Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat merupakan kekuatan besar dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus mempercepat penurunan stunting,” ujar Bupati.
Bupati menegaskan, bahwa Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara terus berkomitmen mewujudkan visi HSU BANGKIT (Berkeadilan, Unggul, dan Kreatif) melalui berbagai program pembangunan, salah satunya peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan mempercepat penurunan stunting.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara melaksanakan program HSU CERIA (Cegah Stunting Bersama) melalui berbagai intervensi, mulai dari pendampingan ibu hamil, edukasi gizi keluarga, pemberian makanan tambahan, pemantauan tumbuh kembang balita, hingga pemberian bantuan telur bagi balita yang mengalami masalah gizi.
Bupati menyampaikan bahwa berbagai upaya tersebut mulai menunjukkan hasil yang positif. Berdasarkan evaluasi Program HSU CERIA, dari 3.367 balita yang mengalami masalah gizi, sebanyak 366 balita atau 17,66 persen telah mengalami perbaikan status tinggi badan menurut umur. Sementara itu, dari 1.295 balita yang mengalami wasting, sebanyak 269 balita atau 20,77 persen berhasil memperbaiki status gizinya.
Selain itu, hasil Operasi Timbang Nasional menunjukkan prevalensi stunting di Kabupaten Hulu Sungai Utara menurun dari 18,93 persen pada Agustus 2025 menjadi 18,70 persen pada Februari 2026. Angka wasting juga menurun dari 10,18 persen menjadi 9,83 persen pada periode yang sama. Menurut Bupati, meskipun penurunannya belum terlalu besar, capaian tersebut menjadi bukti bahwa kerja sama dan semangat gotong royong seluruh pihak telah memberikan hasil yang positif dan harus terus ditingkatkan.{[suf/mb03]}
