BANJARMASIN – Sejumlah sekolah tingkat SD maupun SMP negeri di Kota Banjarmasin masih mengalami kekurangan pendaftar pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.

Pada tingkat SD yakni SDN Teluk Dalam 1 yang mendaftar hanya 1 peserta didik, kemudian SDN Basirih hanya 10. Sedangkan pada tingkat SMP, sebanyak 20 sekolah tak dapat memenuhi kouta siswanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama mengatakan, kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari perubahan jalur penerimaan hingga pergeseran demografi penduduk di kota ini.

“Masih banyak sekolah yang minim pendaftar. Banyak faktor yang mendasari hal tersebut, apalagi berkaitan dengan jalur pendaftaran, misalnya zonasi,” kata Ryan, Senin (6/7).

Menurutnya, perubahan demografi membuat penyebaran calon peserta didik tidak lagi sama seperti beberapa tahun sebelumnya. Perkembangan kawasan permukiman menyebabkan konsentrasi penduduk bergeser dari wilayah tertentu ke kawasan lainnya.

“Kita ketahui bersama ada perubahan demografi di Kota Banjarmasin. Lokasi permukiman juga mulai berubah. Yang tadinya mungkin banyak di Banjarmasin Tengah, sekarang mulai bergeser ke wilayah lain karena adanya perumahan baru dan lainnya. Itu tidak bisa dihindari,” ujarnya.

PARA peserta didik yang bersekolah di salah SD Negeri di Banjarmasin.(foto:mb/ist)

Selain perubahan penyebaran penduduk, banyaknya pilihan sekolah juga menjadi salah satu penyebab sekolah negeri tidak seluruhnya dipadati pendaftar.

Ryan menuturkan, saat ini masyarakat memiliki lebih banyak alternatif untuk menyekolahkan anaknya, baik di sekolah negeri maupun swasta.

“Tentu kita tidak bisa memaksakan semua orangtua atau siswa untuk mendaftar di sekolah negeri. Sekarang alternatif pilihan sekolah sudah sangat banyak dengan menawarkan keunggulannya,” katanya.

Kabid SD Dinas Pendidikan, Faisal Rachman mengatakan,jika menilai dari jumlah siswa TK yang lulus dan daya tampung SD negeri secara umum masih mencukupi untuk menampung lulusan PAUD. Namun, penyebaran pendaftar SD belum merata sehingga beberapa sekolah yang mengalami kelebihan pendaftar, sementara sebagian lainnya justru kekurangan siswa.

“Kalau dilihat dari grafik, jumlah lulusan PAUD dengan daya tampung SD sebenarnya cukup seimbang,” kata dia.

Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi lokasi sekolah dan kecenderungan orangtua siswa memilih sekolah tertentu. Dari sekitar 280 SD di Banjarmasin, sekitar 80 persen telah terisi, sedangkan hanya satu hingga tiga sekolah yang mengalami kelebihan pendaftar. via