Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengajak pelaku usaha dan investor memanfaatkan momentum ketidakpastian ekonomi global saat ini untuk melakukan ekspansi usaha.

Sebab, menurutnya kondisi eko­nomi global yang masih ber­ge­jolak justru membuat harga ba­rang modal (capital goods) me­n­jadi lebih kompetitif, sehingga men­jadi peluang bagi perusahaan un­tuk memperluas investasinya.

`“Dalam situasi seperti ini bia­sanya capital goods itu men­jadi sangat kompetitif atau relatif mu­rah. Jadi kesempatan seperti ini tidak datang dua kali. Jadi bagi pe­rusahaan yang ingin me­la­ku­kan ekspansi ini waktu yang sa­ngat tepat,” kata Airlangga da­lam keterangannya dikutip di Ja­karta, Senin.

Ia menilai, ajakan tersebut di­dukung oleh fundamental eko­no­mi Indonesia yang tetap kuat di te­ngah ketidakpastian global. Ber­bagai indikator makroekonomi me­nunjukkan kinerja yang positif dan menjaga optimisme terhadap pros­pek pertumbuhan ekonomi na­sional.

Pada triwulan I 2026, eko­no­mi Indonesia tumbuh 5,61 per­sen secara tahunan (year on year/yoy), melampaui berbagai pro­yeksi lembaga internasional dan tetap berada di atas rata-rata pertumbuhan negara-negara ASEAN.

“Kita juga menjaga inflasi, inflasi kita di bulan Mei ini se­kitar 3 persen. kemudian juga ki­ta bisa menjaga domestic demand di mana indeks keyakinan kon­su­mennya masih di atas 100 bah­kan 120. Kemudian kita menjaga ju­ga dari segi neraca per­da­ga­ng­an, ini sekarang trennya positif di 0,09 miliar dolar AS di bulan Ap­ril ini. Nah, kemudian kita li­hat juga PMI S&P dari segi ma­nu­faktur masih di angka 50, jadi re­latif baik. Kemudian cadangan de­visa Mei ini sekitar 144,9 mi­li­ar dolar AS. Jadi relatif pe­re­ko­nomian masih dalam track ya­ng positif,” ujarnya.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan pada semester II 2026, pemerintah juga telah menyiapkan paket stimulus eko­nomi senilai Rp26,34 triliun.

Paket tersebut mencakup ban­tuan pangan berupa beras bagi 33,24 juta keluarga penerima man­faat selama tiga bulan, ban­tuan Stabilisasi Harga dan Pa­sokan Pangan (SPHP) kedelai ba­gi pelaku usaha tahu dan tem­pe, diskon transportasi udara, ke­re­ta api, dan angkutan laut kelas eko­nomi, serta berbagai insentif un­tuk mendorong konsumsi mas­yarakat selama libur sekolah hingga periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Selain stimulus konsumsi, pe­merintah akan meluncurkan prog­ram magang nasional mulai Juli 2026 bagi lulusan baru.

Program tersebut mem­be­ri­kan kesempatan magang selama enam bulan di sektor industri, jasa, dan ekonomi digital dengan dukungan insentif dari pe­me­rintah.

Pemerintah juga menyiapkan prog­ram vokasi dan reskilling ba­gi sekitar 220 ribu lulusan SMK guna meningkatkan ke­te­ram­pilan tenaga kerja serta mem­perluas akses terhadap peluang kerja, termasuk di pasar inter­na­sional.

Dalam mendukung trans­for­masi ekonomi jangka panjang, pe­merintah juga tengah men­yi­ap­kan pembentukan pusat ke­u­ang­an (financial center) di Bali me­lalui kerangka regulasi khu­sus yang saat ini dibahas bersama parlemen.

Di saat yang sama, pe­m­e­rintah terus mendorong pe­ng­em­bangan ekonomi hijau melalui proyek-proyek energi bersih ya­ng didukung skema Just Energy Transition Partnership (JETP), ter­masuk pengembangan pem­ba­ngkit panas bumi (geothermal) dan proyek waste-to-energy. ant/rds