BANJARMASIN – Akses Jalan Tatah Belayung di Kelurahan Tanjung Pagar, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, memerlukan penanganan infrastruktur akibat penurunan kualitas jalan yang memengaruhi kelancaran aktivitas harian warga setempat sehingga masyarakat mengharapkan perbaikan.
Kondisi jalan sepanjang 4.200 meter yang menjadi jalur utama transportasi masyarakat tersebut saat ini mengalami kerusakan berupa aspal amblas dan lubang di beberapa titik, sehingga menjadi perhatian bagi kalangan akademisi untuk melihat langsung kondisi di lapangan.
“Jalan ini terakhir kali direhabilitasi total pada tahun 2010 saat masa kepemimpinan Walikota Haji Muhidin,” kata Ketua RT 12 Kelurahan Tanjung Pagar, Musthafa saat memberikan keterangan kepada mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP ULM angkatan 2023, Senin.
Menurut Musthafa, penurunan kualitas jalur tersebut mulai terjadi pasca-diterjang bencana banjir besar yang melanda wilayah Kalimantan Selatan pada tahun 2021 lalu, yang memengaruhi ketahanan struktur dasar jalan.
Kondisi fisik jalan kemudian mengalami tekanan tambahan seiring dengan meningkatnya aktivitas truk material berbobot hingga 14 ton yang melintas untuk mendukung proyek pembangunan 1.000 unit perumahan baru di kawasan tersebut.
Intensitas kendaraan berat yang tinggi di jalur itu mengakibatkan siring penahan tanah di sepanjang tepi jalan mengalami kemiringan, sehingga daya dukung tanah terhadap struktur utama aspal berkurang dan cenderung bergeser ke arah sungai.
Dampak dari perubahan kondisi jalan ini memicu kerawanan berkendara bagi pengguna roda dua, terutama ketika musim hujan tiba karena genangan air menutupi bagian jalan yang berlubang dan amblas.
Pihak rukun tetangga setempat mencatat adanya beberapa insiden pengguna jalan yang terjatuh akibat kurang menguasai medan jalan yang rusak, termasuk pengendara yang mengalami cedera karena melintas dalam kecepatan tinggi.
Kondisi tersebut berdampak pada efisiensi waktu tempuh masyarakat dalam menjalankan roda ekonomi dan sosial, mulai dari mobilitas pekerja hingga anak-anak yang menuju ke sekolah setiap harinya.
Sebagai langkah koordinasi, pengurus RT bersama warga telah menyampaikan aspirasi dan data kondisi lapangan secara berkala melalui forum tahunan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan dan kecamatan.
“Kalau cuma tambal sulam, nanti hancur lagi karena kondisi jalan dan faktor-faktor di sekitarnya belum diperbaiki,” tambah Musthafa mengenai usulan teknis penanganan komprehensif di wilayahnya.
Melalui saluran pelaporan resmi dan aplikasi pengaduan masyarakat yang disediakan instansi terkait, warga berharap usulan perbaikan jalan, pengerukan sungai, serta penataan drainase dapat segera terealisasi demi kenyamanan bersama pengguna jalan. ant
