BANJARMASIN – Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah Kalimantan Selatan (KPUD Kalsel) Andi Tenri Sompa menyatakan, ketentuan 30 persen kaum perempuan dalam calon anggota legislatif (caleg) “harga mati” atau tidak bisa tawar menawar.
“Ketentuan 30 persen keterwakilan perempuan sebagai caleg harga mati,” tegas Tenri sebelum mengisi Bimbingan Teknis Operator Database Pemutakhiran Data Dokumen Parpol Secara Berkelanjutan Melalui Sipol Semester. I 2026 oleh Partai Golkar Kalsel di Banjarmasin, Kamis.
Oleh sebab itu, partai politik (parpol) harus mempersiapkan sejak dini supaya nanti tidak tergopoh-gopoh atau tak kena diskualifikasi.
Ia mengapresiasi Partai Golkar Kalsel yang melakukan persiapan dini seperti Bimbingan Teknis Operator Database Pemutakhiran Data Dokumen Parpol Secara Berkelanjutan Melalui Sipol Semester. I 2026.
“Pemutakhiran data itu penting. Terlebih seperti Partai Golkar – partai yang besar dan mapan sehingga akuntabel serta dapat dipercaya,” lanjut Tenri.
Sebelumnya Ketua Harian DPD Partai Golkar Kalsel H Supian HK berharap, Bimtek tidak hanya kepada operator database, tapi juga Anggota DPRD kabupaten/kota agar mereka mengetahui pula.
“Kita berharap, dengan pemutakhiran data dapat mengetahui kekuatan Partai Golkar, dan bisa sebagai dasar untuk mengatur teknik, taktik dan politik ke depan,” ujar Supian HK.
Peserta Bimtek Operator Database Pemutakhiran Data tersebut para kader Partai Golkar dari kabupaten/kota se-Kalsel. ant
