Banjarbaru (ANTARA) – Anggota DPRD Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan Muhammad Fauzan Noor mengajak masyarakat menjaga puluhan ribu benih ikan lokal yang dilepasliarkan di perairan umum guna memperkuat ketahanan pangan.

“Kami berharap, masyarakat terutama di sekitar embung menjaga benih ikan untuk memperkuat ketahanan pangan dan menjaga kelestarian sumber daya perikanan daerah,” ujar Fauzan di Kota Banjarbaru, Rabu.

Menurut Fauzan, pihaknya sudah melepasliarkan sebanyak 37.333 benih ikan lokal melalui kegiatan restocking di Kolam Retensi Guntung Jingah Kelurahan Loktabat Utara dan Embung Sidodadi di Loktabat Selatan.

Anggota Komisi I DPRD Banjarbaru itu menyebutkan, kegiatan adalah hasil kolaborasi Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Banjarbaru dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarbaru.

“Kami mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar benih yang sudah ditebar jangan langsung dipancing atau ditangkap. Kita tunggu hingga besar sehingga hasilnya dapat dirasakan masyarakat,” ucapnya.

Fauzan menegaskan, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh jumlah benih yang ditebar, tetapi juga komitmen bersama dalam menjaga keberlangsungan hidup ikan hingga berkembang biak di habitatnya.

Ia juga meminta pemerintah kelurahan dan aparat setempat turut mengawasi serta menjaga kawasan perairan agar benih ikan dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi.

“Benih yang dilepasliarkan terdiri atas 9.333 ekor ikan gurami dan 28.000 ekor ikan papuyu, salah satu ikan lokal khas Kalimantan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak diminati masyarakat,” tuturnya.

Sekretaris DKP3 Kota Banjarbaru Wiwin Robiaty sangat mengapresiasi dukungan DPRD Kota Banjarbaru sehingga kegiatan restocking untuk menjaga ketahanan pangan dapat terlaksana dengan baik.

“Pelepasliaran benih ikan lokal ini diharapkan mampu meningkatkan populasi ikan di perairan umum, menjaga keseimbangan ekosistem, serta mendukung ketersediaan sumber pangan berbasis protein bagi masyarakat Banjarbaru,” katanya. ant