Close Menu
  • Headline
  • Indonesiana
  • Pemprov
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Banjar
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
  • Kotabaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sportivitas
    • Opini
    • Mozaik

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Senin Mendatang,DPRD Kalsel Sampaikan Tuntutan ke DPR RI

Juni 25, 2026

51 ASN Dilantik

Juni 25, 2026

Pemkab Kotabaru Sapa Jamaah Haji, melalui “Live Info Haji”

Juni 25, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Mata Banua
  • Headline
  • Indonesiana
  • Pemprov
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Banjar
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
  • Kotabaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sportivitas
    • Opini
    • Mozaik
Mata Banua
  • Headline
  • Indonesiana
  • Pemprov
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
  • Kotabaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ragam
Home»Ekonomi & Bisnis»KPR Subsidi Tenor 40 Tahun, Cicilan Mulai Rp500 Ribu
Ekonomi & Bisnis

KPR Subsidi Tenor 40 Tahun, Cicilan Mulai Rp500 Ribu

Mata BanuaBy Mata BanuaJuni 25, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
(foto:mb/ant)
(foto:mb/ant)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

JAKARTA – Badan Pengelola Ta­bungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menilai kebijakan Kre­dit Pemilikan Rumah (KPR) sub­sidi dengan masa cicilan hi­ng­ga 40 tahun berpotensi mem­per­luas akses masyarakat ter­ha­dap pembiayaan perumahan se­ka­ligus mendorong per­tum­buh­an sektor properti nasional.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan per­panjangan tenor KPR akan mem­buat angsuran bulanan men­jadi lebih ringan sehingga me­ningkatkan kemampuan mas­ya­rakat untuk memenuhi syarat pem­biayaan perbankan.

“Semakin panjang masa cici­lan, semakin ringan angsuran ya­ng harus dibayar setiap bulan. Dengan begitu, masyarakat yang selama ini belum memenuhi per­syaratan kemampuan bayar per­ban­kan memiliki peluang lebih be­sar untuk mendapatkan rumah sub­sidi,” ujar Heru dalam ke­te­ra­ngannya di Jakarta.

Menurut Heru, skema ter­se­but memungkinkan angsuran ru­mah subsidi berada pada ki­sar­an Rp500 ribu hingga Rp700 ri­bu per bulan. Kondisi ini dinilai da­pat meningkatkan ke­ter­ja­ng­kau­an hunian bagi kelompok ma­s­yarakat berpenghasilan ren­dah, termasuk pekerja dengan pen­dapatan sekitar Rp2,8 juta per bulan.

Dari sisi ekonomi, kebijakan ter­sebut diharapkan dapat mem­per­luas basis konsumen sektor pe­ru­mahan, meningkatkan per­min­taan rumah subsidi, serta mem­berikan efek berganda ter­ha­dap industri konstruksi dan sek­tor pendukung lainnya.

Selain memperpanjang tenor pem­biayaan, pemerintah tetap mem­pertahankan suku bunga tetap (fixed rate) sebesar 5 persen unt­uk rumah tapak dan 6 persen un­tuk rumah susun selama masa kre­dit berlangsung. Kebijakan ini memberikan kepastian biaya ba­gi masyarakat di tengah tren ke­naikan suku bunga acuan.

Sebelumnya, Menteri Pe­ru­mahan dan Kawasan Perm­u­kim­an (PKP) Maruarar Sirait men­ya­takan skema KPR subsidi de­ng­an tenor hingga 40 tahun telah di­sepakati dan siap dii­mp­le­men­tasikan.

Keputusan tersebut diambil da­lam rapat Komite BP Tapera ber­sama sejumlah kementerian ter­kait sebagai tindak lanjut arah­­an Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan pem­biayaan perumahan yang lebih terjangkau bagi mas­ya­r­a­kat.

Menurut Maruarar, pe­me­rin­tah berupaya menjaga ke­se­im­bangan antara peningkatan ak­ses kepemilikan rumah bagi mas­yarakat dan keberlanjutan bis­nis perbankan sebagai pen­ya­lur kredit.

Selain memperpanjang tenor pem­biayaan, pemerintah juga me­mastikan bunga KPR rumah sub­sidi tapak teta berada di level 5 persen meski Bank Indonesia me­naikkan suku bunga acuan (BI-Rate).

Kebijakan tersebut dinilai pen­ting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus men­du­kung target peningkatan ke­pe­mi­likan rumah di Indonesia. De­ngan cicilan yang lebih ter­ja­ng­kau dan bunga tetap, pemerintah ber­harap semakin banyak mas­ya­rakat berpenghasilan rendah ya­ng mampu memiliki rumah per­tama tanpa terbebani kenaikan bia­ya pembiayaan di masa de­pan. rep/mb06

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
Previous ArticleHarga Tiket Berfluktuasi Cepat
Next Article Jelang Ajaran Baru, Transaksi Gadai Emas Melonjak
Mata Banua

Related Posts

Jelang Ajaran Baru, Transaksi Gadai Emas Melonjak

Juni 25, 2026

Harga Tiket Berfluktuasi Cepat

Juni 25, 2026

Harga Telur Anjlok Efek dari MBG

Juni 25, 2026

Harga Cabai dan Bawang Merah Melandai

Juni 23, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Pilihan
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Mata Banua
© 2026 Matabanua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.