MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar optimistis mampu menembus tiga besar nasional dalam penilaian tata kelola kearsipan yang dilakukan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
“Kami optimistis menembus tiga besar melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi digital, dan peningkatan sinergi antarperangkat daerah,” ujar Bupati Banjar Saidi Mansyur di Kota Banjarbaru, Selasa.
Pernyataan itu disampaikan bupati melalui Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Dian Marliana pada Rapat Koordinasi Pemberdayaan Kapasitas Kearsipan yang digelar di Banjarbaru.
Saidi menegaskan, peningkatan kualitas tata kelola kearsipan menjadi tuntutan yang harus dipenuhi karena berkaitan indeks pengawasan kearsipan dan kepatuhan terhadap Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) yang ditetapkan pemerintah.
Menurut dia, masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengelolaan arsip di beberapa perangkat daerah, mulai dari penataan arsip belum sepenuhnya tertib hingga pemanfaatan arsip yang belum optimal dalam mendukung pelayanan publik.
“Keberhasilan tata kelola kearsipan bukan hanya tanggung jawab Dispersip tetapi tanggung jawab bersama seluruh unit kearsipan di tingkat dinas dan unit pengolah pada setiap bidang maupun seksi,” ujar Dian membacakan sambutan bupati.
Dikatakan Dian, Pemkab Banjar mendorong perubahan pola pikir aparatur, penguatan sinergi, percepatan implementasi aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi), kepatuhan terhadap instrumen kearsipan, perlindungan arsip vital, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Kepala Dispersip Banjar Kencana Wati mengatakan, Kabupaten Banjar punya modal kuat meningkatkan prestasi kearsipan setelah sebelumnya masuk lima besar nasional berdasarkan evaluasi Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Ia menyebutkan, hasil audit kearsipan tahun lalu terhadap 10 satuan kerja perangkat daerah yang menunjukkan capaian positif dengan rata-rata nilai B dan beberapa SKPD memperoleh nilai A sehingga diharapkan lebih baik lagi.
“Melalui sinergi antara lembaga kearsipan daerah, unit pengolah di SKPD, serta pembinaan berkelanjutan dari ANRI, kami optimistis target tiga besar nasional dapat dicapai tahun ini,” ucap Kencana.
Arsiparis Ahli Muda ANRI Andriea Salamun mengapresiasi langkah Pemkab Banjar dalam memperkuat kapasitas kearsipan dan kebijakan itu menjadi salah satu pelopor penerapan aplikasi Srikandi.
“Tingginya transaksi kearsipan elektronik lewat aplikasi menunjukkan komitmen kuat Pemkab Banjar dalam mengelola arsip secara digital dan mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang modern,” katanya. ant
