BANJARMASIN – Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Selatan mengedukasi penerapan standar pelayanan di sektor pariwisata daerah, khususnya bagi usaha pariwisata yang telah mengantongi sertifikasi Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE).
Kepala Seksi Pembinaan Usaha Pariwisata, Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan Novitta mengatakan, di tengah persaingan industri pariwisata yang semakin ketat, wisatawan kini tidak hanya mencari destinasi yang menarik, tetapi juga mengutamakan jaminan kebersihan, kesehatan, keselamatan, serta kepedulian terhadap lingkungan.
“Sektor pariwisata saat ini terus berkembang dan semakin kompetitif. Wisatawan tidak hanya mencari destinasi yang menarik, tetapi juga menginginkan jaminan kebersihan, kesehatan, keselamatan, serta kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya, Rabu (24/6).
Ia menegaskan, sertifikasi CHSE tidak boleh dipandang sekadar formalitas administratif, melainkan harus menjadi standar pelayanan yang diterapkan secara konsisten oleh tiap pelaku usaha pariwisata.
“Penerapan CHSE bukan lagi sekadar kewajiban administratif, melainkan telah menjadi kebutuhan dan standar pelayanan yang harus diterapkan secara konsisten oleh setiap pelaku usaha pariwisata,” katanya.
Menurutnya, penerapan CHSE yang konsisten merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kepercayaan wisatawan. Kepercayaan tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan kunjungan wisata dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.
Melalui kegiatan pembinaan ini, para peserta juga mendapatkan penguatan pemahaman mengenai standar CHSE yang mengacu pada Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 13 Tahun 2020 serta SNI 9042:2021.
Novitta pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk Plt Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Balangan Noor Aspariah, serta para narasumber, yakni GM Hotel Aston Tanjung Andri Novriandi, dan Praktisi Pariwisata Novyandi Saputra.
Ia juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai ruang diskusi dan berbagi pengalaman, guna memperkuat jejaring serta memajukan sektor pariwisata daerah.
“Jadikan kegiatan ini sebagai wadah untuk berdiskusi, saling berbagi ide, belajar dari para narasumber yang berpengalaman, dan menjalin jejaring yang bermanfaat untuk kemajuan pariwisata di daerah masing-masing,” pungkasnya. ant
