Close Menu
  • Headline
  • Indonesiana
  • Pemprov
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Banjar
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
  • Kotabaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sportivitas
    • Opini
    • Mozaik

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Senin Mendatang,DPRD Kalsel Sampaikan Tuntutan ke DPR RI

Juni 25, 2026

51 ASN Dilantik

Juni 25, 2026

Pemkab Kotabaru Sapa Jamaah Haji, melalui “Live Info Haji”

Juni 25, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Mata Banua
  • Headline
  • Indonesiana
  • Pemprov
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Banjar
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
  • Kotabaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sportivitas
    • Opini
    • Mozaik
Mata Banua
  • Headline
  • Indonesiana
  • Pemprov
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
  • Kotabaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ragam
Home»Ekonomi & Bisnis»Beras Jadi Pendorong Inflasi Mei
Ekonomi & Bisnis

Beras Jadi Pendorong Inflasi Mei

Mata BanuaBy Mata BanuaJuni 3, 2026Updated:Juni 22, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
HARGA MASIH TINGGI - Kendati Pemerintah mengklaim Indonesia sudah swasembada beras, bahkan stoknya sangat, namun banyak di pasaran harga beras aasih tetap tinggi. Masyarakat teriak sulitnya mencari harga beras yang murah. Kondisi ini mengurangi jumlah keuntungan bagi pedagang beras, karena minimnya pembeli.(foto:mb/ant)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

JAKARTA – Badan Pusat Staistik (BPS) menca­tat inflasi pada Mei 2026 mencapai 0,28% se­ca­ra bulanan (month-to-month/mtm), didorong te­ru­tama oleh kenaikan harga sejumlah ko­mo­di­tas pangan seperti beras, cabai merah, min­yak goreng, bawang merah, tomat.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini mengatakan inflasi bu­lanan tersebut menyebabkan In­deks Harga Konsumen (IHK) na­ik dari 111,09 pada April 2026 menjadi 111,40 pada Mei 2026.

“Pada Mei 2026, terjadi in­fla­si sebesar 0,28% secara bu­lan­an atau month-to-month atau ter­jadi kenaikan indeks harga kon­sumen dari 111,09 pada April 2026 menjadi 111,40 pada Mei 2026. Secara tahun ke tahun atau yoy, terjadi inflasi sebesar 3,08% dan secara tahun kalender atau year-to-date, terjadi inflasi se­be­sar 1,35%,” kata Pudji dalam Rilis Berita Resm Statistik BPS, Se­lasa.

Pudji menjelaskan kelompok ma­kanan, minuman, dan tem­ba­kau menjadi penyumbang inflasi bu­lanan terbesar dengan tingkat in­flasi 0,39% dan andil sebesar 0,12%.

BPS mencatat cabai merah men­jadi komoditas yang me­m­be­rikan kontribusi terbesar ter­ha­dap inflasi pada Mei 2026. “Kelompok pengeluaran pen­yum­bang inflasi bulanan terbesar ada­lah kelompok makanan, miuman, dan tembakau dengan inflasi se­be­sar 0,39% dan memberikan an­dil inflasi sebesar 0,12%. Ke­mu­dian komoditas yang dominan men­dorong inflasi pada ke­lom­pok makanan, minuman, dan tem­bakau ini adalah yang pertama cabai merah dengan andil inflasi se­besar 0,08%,” ujarnya.

Selain cabai merah, kenaikan harga minyak goreng dan ba­wang merah masing-masing men­yumbang andil inflasi sebesar 0,04%, diusul tomat sebesar 0,03% dan beras sebesar 0,02%.

Di luar kelompok pangan, ko­moditas energi turut men­do­rong inflasi. Bahan bakar rumah ta­ngga tercatat membrikan andil in­flasi sebesar 0,03%, se­da­ng­kan bensin dan tarif angkutan uda­ra masing-masing men­yum­bang 0,02%.

Kendati demikian, laju in­fla­si tertahan oleh sejumlah ko­mo­di­tas yang masih mengalami pe­nu­runan harga. Secara terperinci, komoditas yang masih me­m­beri­kan andil deflasi pada Mei 2026, yakni daging ayam ras dengan andil deflasi 0,06%, emas perhiasan dengan andil deflasi sebesar 0,06%,telur ayam ras dengan andil deflasi sebesar 0,05%.

Lebih lanjut, BPS mencatat seluruh komponen pembentuk inflasi mengalami kenaikan pada Mei 2026. Namun, komponen inti menjadi pendorong terbesar inflasi bulanan. Pudji men­yam­pai­kan seluruh komponen me­ng­a­lami inflasi. “Inflasi Mei 2026 ya­ng sebesar 0,28% utamanya di­dorong oleh inflasi pada kom­po­nen inti. Komponen inti me­ng­alami inflasi ebesar 0,22%. Kom­ponen ini memberikan andil in­flasi terbesar, yakni 0,14%,” ucap­nya.

Pudji menyebut komoditas ya­ng dominan mendorong inflasi in­ti antara lain minyak goreng, te­lepon seluler, laptop atau no­te­book, pelumas atau oli mesin, na­si dengan lauk, serta jasa pe­me­liharaan atau servis kendaraan.

Sementara itu, komponen har­ga yang diatur pemerintah (ad­ministered prices) mengalami in­flai sebesar 0,52% dengan andil 0,10%. bisn/mb06

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
Previous ArticlePKS Salurkan 10.414 Paket Daging Kurban
Next Article Harga Emas Antam Turun ke Rp2,774 Juta
Mata Banua
  • Website

Related Posts

Jelang Ajaran Baru, Transaksi Gadai Emas Melonjak

Juni 25, 2026

KPR Subsidi Tenor 40 Tahun, Cicilan Mulai Rp500 Ribu

Juni 25, 2026

Harga Tiket Berfluktuasi Cepat

Juni 25, 2026

Harga Telur Anjlok Efek dari MBG

Juni 25, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Pilihan
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Mata Banua
© 2026 Matabanua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.