Mata Banua Online
Rabu, Juni 3, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Wabup Resmikan Dapur SPPG Sekumpul

by Mata Banua
2 Juni 2026
in Martapura
0
WABUP Banjar Habib Idrus Al Habsyi memotong rangkaian bunga melati sebagai tanda diresmikannya Dapur SPPG Sekumpul 005.(foto:mb/ist)

MARTAPURA – Wakil Bupati (Wabup) Banjar Habib Idrus Al Habsyi meresmikan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sekumpul 005, di Jalan Sekumpul Ujung, Gang Hijrah Jaya Nomor 2, Kelurahan Sekumpul Kecamatan Martapura, Senin (1/6) pagi.

Habib Idrus mengatakan, peresmian dapur tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Banjar memperkuat komitmen dalam pengelolaan dapur yang bersih, aman dan berkelanjutan, guna mendukung program pemenuhan gizi masyarakat.

Berita Lainnya

Pemkab Peringati Hari Lahir Pancasila

Pemkab Peringati Hari Lahir Pancasila

2 Juni 2026
Dinsos P3AP2KB Kumpulkan Pemangku Kepentingan

Dinsos P3AP2KB Kumpulkan Pemangku Kepentingan

1 Juni 2026

Ia meminta seluruh pengelola dan petugas dapur menjaga standar kebersihan, mulai dari higienitas lingkungan kerja, peralatan masak, hingga kualitas makanan yang disajikan.

“Seluruh pengelola dan petugas dapur agar menjaga higienitas dapur, kebersihan peralatan, dan kualitas makanan setara makanan untuk anak sendiri. Pengawasan dimulai dari bahan baku masuk, proses masak, penyajian, hingga kebersihan individu petugas harus sesuai aturan,” ujarnya.

Untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat, Habib Idrus juga menginstruksikan agar area produksi dapur dilengkapi kamera pengawas (CCTV).

Akses ke area tersebut dibatasi hanya untuk pengawas dari dinas kesehatan, dinas pendidikan, dan perwakilan komite orangtua siswa. “Transparansi adalah kunci kepercayaan masyarakat,” katanya.

Selain itu, Kepala Dapur SPPG Sekumpul 005 diminta menjalin koordinasi langsung dengan puskesmas terdekat. Langkah tersebut dilakukan agar setiap keluhan yang muncul setelah anak menerima makanan dapat segera ditangani.

Wabup menegaskan, apabila terjadi insiden keracunan atau kelalaian serius yang memicu keresahan publik, maka program akan di evaluasi bahkan dapat dihentikan sementara.

“Jika terjadi insiden keracunan atau kelalaian serius yang memicu tekanan publik, program akan di evaluasi bahkan dihentikan sementara, karena negara hadir untuk melindungi anak-anak, bukan mempertaruhkan nyawa mereka,” tegasnya.

Ia juga meminta pengelola dapur bersama Yayasan Albasia Graha menyusun rencana keberlanjutan program yang mencakup pemanfaatan bahan baku lokal, pelatihan rutin bagi petugas, pengawasan kebersihan dan kesehatan secara berkala, serta distribusi makanan yang tepat waktu.

Habib Idrus berharap keberadaan dapur SPPG Sekumpul 005 dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Martapura dan sekitarnya, serta mendukung upaya pemenuhan gizi anak secara berkelanjutan.

Sementara, Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar H Yudi Andrea menambahkan, dengan beroperasinya dapur tersebut maka jumlah SPPG aktif di Kabupaten Banjar kini mencapai 39 unit yang berada di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional.

Yudi mengharapkan keberadaan SPPG Sekumpul 005 tidak hanya berkontribusi terhadap pemenuhan gizi masyarakat dan percepatan penurunan stunting, melainkan juga memberikan dampak ekonomi bagi daerah.

“Pemkab Banjar menargetkan SPPG Sekumpul 005 memberi dampak ganda. Selain memastikan pemenuhan gizi dan percepatan penurunan stunting, dapur ini diharapkan menyerap tenaga kerja lokal, serta menggerakkan sirkulasi ekonomi melalui penggunaan bahan baku daerah,” ujarnya.

Berdasarkan hasil peninjauan awal, fasilitas dapur dinilai telah memenuhi standar kebersihan dan dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Ke depan, pemerintah daerah akan memastikan ketersediaan sumber daya manusia sesuai standar, termasuk tenaga ahli gizi, guna menjamin layanan berjalan aman dan berkelanjutan. ril/dio

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper