Mata Banua Online
Selasa, Juni 2, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Pansus I Fokus Benahi Regulasi Pajak dan Retribusi Daerah

by Mata Banua
1 Juni 2026
in DPRD Kalsel
0

 

Ketua Pansus I, Muhammad Yani Helmi dan Wakil Ketua H Suripno Sumas saat rapat kerja membahas perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. (foto:mb/ist

)BANJARMASIN – Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menggelar rapat kerja membahas perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Pansus I, Muhammad Yani Helmi, bersama anggota pansus lainnya, Jumat( 29/05).

Berita Lainnya

Suripno Memberi Pemahaman Pengelolaan Sampah

Suripno Memberi Pemahaman Pengelolaan Sampah

1 Juni 2026
Bank Kalsel dan Press Room DPRD Perkuat Sinergi Lewat Kurban Sapi

Bank Kalsel dan Press Room DPRD Perkuat Sinergi Lewat Kurban Sapi

28 Mei 2026

Rapat kerja ini turut dihadiri oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) serta Biro Hukum Setda Provinsi Kalimantan Selatan sebagai mitra kerja dalam pembahasan regulasi daerah tersebut.

Kehadiran kedua instansi ini dinilai penting guna memberikan masukan teknis dan yuridis terkait perubahan perda agar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam pembahasan, Pansus I menyoroti sejumlah poin strategis terkait optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), efektivitas sistem pemungutan pajak dan retribusi, hingga penyesuaian aturan dengan kondisi riil di lapangan.

Perubahan perda ini juga diharapkan mampu menciptakan regulasi yang lebih adaptif, transparan, dan tidak memberatkan masyarakat maupun pelaku usaha.

Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan beberapa evaluasi terkait implementasi perda yang saat ini berjalan, termasuk potensi sektor pendapatan daerah yang masih dapat dioptimalkan.

Sementara itu, Biro Hukum Setda Provinsi Kalimantan Selatan memberikan pandangan dari sisi harmonisasi dan penyempurnaan substansi regulasi agar perda yang dihasilkan memiliki kepastian hukum dan tidak bertentangan dengan aturan di atasnya.

Ketua Pansus I, Muhammad Yani Helmi, menegaskan bahwa pembahasan perubahan perda dilakukan secara serius dan mendalam demi menghasilkan regulasi yang mampu meningkatkan pendapatan daerah sekaligus tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat.rds

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper