
BANJARMASIN – Pemerintah Kota melalui Dinas Kesehatan menggelar kegiatan sosialisasi, advokasi, dan koordinasi pencegahan serta pengendalian penyakit, baik penyakit menular maupun penyakit tidak menular, Senin (25/5).
Mewakili Walikota Banjarmasin, Wakil Walikota Hj Ananda menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai upaya memperkuat pembangunan kesehatan di Kota Banjarmasin.
Ia menjelaskan, sejatinya pembangunan kesehatan merupakan salah satu prioritas penting dalam mewujudkan masyarakat yang produktif, mandiri, dan sejahtera.
“Upaya pencegahan dan pengendalian penyakit harus dilaksanakan secara terintegrasi, berkelanjutan, dan melibatkan semua pihak,” katanya.
Menurutnya, saat ini Kota Banjarmasin masih dihadapkan dengan sejumlah tantangan kesehatan, baik penyakit menular maupun penyakit tidak menular yang terus meningkat akibat pola hidup masyarakat.
“Kita masih menghadapi berbagai tantangan kesehatan, baik penyakit menular seperti Tuberkulosis dan HIV/AIDS, maupun penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, stroke, hingga kanker yang terus meningkat akibat perubahan pola hidup masyarakat,” ujar dia.
Ananda juga menyoroti pentingnya penguatan imunisasi, observasi kesehatan, serta edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tengah masyarakat.
“Keberhasilan program kesehatan tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan saja, tetapi memerlukan sinergi semua pihak untuk memperkuat komitmen, menyatukan langkah, dan membangun kolaborasi bersama,” tegasnya.
Sementara, Plt Kepala Dinas Kesehatan dr Dwi Atmi juga mengatakan, upaya pencegahan dan pengendalian penyakit membutuhkan dukungan dari seluruh pihak, termasuk organisasi perangkat daerah (SKPD) serta elemen masyarakat.
“Tentu pengendalian dan pencegahan penyakit di Kota Padang dan Malin tidak bisa dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan sendiri. Ini memerlukan sinergi dan dukungan seluruh jajaran pihak terkait maupun seluruh SKPD,” katanya.
Menurutnya, upaya pengendalian penyakit memerlukan dukungan dan keterlibatan seluruh pihak, tidak hanya peran Dinas Kesehatan semata. “Pengendalian dan pencegahan penyakit di Kota Banjarmasin tidak bisa dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan sendiri. Perlu sinergi serta dukungan seluruh jajaran pihak terkait maupun seluruh SKPD,” terang dia.
Terlebih sejumlah penyakit seperti Tuberkulosis (TBC), HIV, hipertensi, Diabetes Melitus (DM), hingga kanker masih membutuhkan pendekatan dan perhatian yang lebih serius.
“Untuk itu berbagai penyakit menular maupun penyakit tidak menular memang harus kita waspadai dan kita kendalikan bersama,” pungkasnya. via

