BANJARBARU – Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2026 ini kembali mendapat tambahan satu desa untuk dijadikan sebagai kampung siaga bencana (KSB) yang di danai APBN melalui Kementerian Sosial (Kemensos).
“Dengan adanya tambahan satu KSB dari Kemensos tahun 2026 ini, maka jumlah keseluruhan KSB di Kalsel menjadi 25 desa,” kata Kabid Penanganan Bencana pada Dinas Sosial Provinsi Kalsel H Achmadi SSos, di Banjarbaru, Selasa (19/5).
Berdasarkan catatan, sejak pembentukan KSB di Kalsel tahun 2010 hingga tahun 2019, tercatat sebanyak 22 KSB pada 13 kabupaten/kota dan KSB yang dibentuk berada di lokasi rawan bencana.
Menurut Madi (sapaan akrabnya), tambahan satu KSB ini di Desa Pondok Babaris, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dan peresmian KSB tersebut sekitar Agustus-September.
Dalam rangka mendukung KSB tersebut, lanjut Madi, pihaknya akan mempersiapkan lumbung sosial untuk wadah logistik dan melaksanakan pelatihan kepada masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana berbasis masyarakat.
“Keberadaan KSB memang sangat dibutuhkan dalam rangka melibatkan masyarakat untuk berpartisipasi daam penanggulangan bencana,” ujarnya.
Madi menyebutkan, KSB merupakan program nasional yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan wadah formal penanggulangan bencana berbasis masyarakat dalam kawasan/tempat untuk program penanggulangan bencana.
KSB yang sudah dibentuk di daerah rawan bencana tersebut di dahului penyuluhan, pelatihan dan simulasi penanggulangan bencana kepada masyarakat setempat yakni di mulai tahun 2010 dan terakhir tahun 2025.
Ia menambakan, ada anggota masyarakat yang akan dilatih pada setiap KSB yang berasal kalangan pemerintahan kecamatan, organisasi kemasyarakatan, kepemudaan, tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat.
“Kami berharap setelah mengikuti penyuluhan, pelatihan dan simulasi penanganan bencana, maka masyarakat di lokasi KSB nantinya bisa melakukan penanggulangan bencana sesuai kemampuan yang diberikan,” pungkasnya. ani

