BANJARBARU – Konsisten perhatikan dinamika inflasi, Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin, melalui Kepala Biro Perekonomian diwakili Kabag Kebijakan Perekonomian, Idris, menghadiri secara daring Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi, dari Command Center, Kantor Gubernur Kalsel, di Banjarbaru, Senin (18/5) pagi.
Rakor rutin yang berlangsung di Sasana Bhakti Praja, Kemendagri Jakarta ini, dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian dan diikuti perwakilan badan dan instansi terkait, serta seluruh Kepala Daerah se-Indonesia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tito menyampaikan bahwa kondisi inflasi Indonesia pada April 2026 year-on-year 2,26 persen, yang disampaikan Tito sebagai angka yang bagus.
“BPS sudah merilis untuk inflasi kita year-on-year April 2026 2,26 persen, angka ini menurun, dan cukup bagus dibanding sebelumnya yang pernah mencapai 3,48 hingga 4 persen. Ini angka yang paling bagus dan relatif bisa menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen,” sampai Tito.
Selanjutnya, Tito menyampaikan untuk inflasi month-to-month April 2026 terhadap April 2025 adalah sebesar 0,13 persen, relatif menurun dari sebelumnya di angka 0,41 persen.
Untuk inflasi di Kalsel, sesuai data BPS awal Mei 2026, diketahui bahwa inflasi year-on-year April 2026 da di angkaa 3,67 persen dan minus 0,04 persen, atau deflasi untuk month-to-month.
Sedangkan untuk Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kalsel pada minggu kedua Mei 2026 adalah minus 0,92 persen dengan komoditas daging ayam ras, bawang merah dan telur ayam ras.
Kabag Kebijakan Perekonomian, Idris, ditemui usai rakor menyampaikan bahwa angka inflasi year-on-year April 2026 ini berhasil turun 4 peringkat dari posisi sebelumnya.
“Alhamdulillah untuk bulan April 2026 kemarin inflasi kita 3,67 persen, kita sudah turun dari bulan sebelumnya. Ini menggambarkan upaya-upaya kita selama ini untuk menurunkan inflasi cukup berhasil, yang merupakan hasil kerjasama SKPD dan juga badan serta instansi terkait,” sampainya.
Selanjutnya, menjelang perayaan hari besar keagamaan yang akan datang yakni Hari Raya Idul Adha, Idris menyampaikan kemungkinan terjadinya gejolak harga pada sejumlah bahan pokok, yang memang lumrah terjadi.
Kabid Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri, Adilla Redhayanti yang turut berhadir pada rakor ini juga menyampaikan bahwa Pemprov Kalsel, melalui Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel juga sedang melaksanakan Pasar Murah yang dilaksanakan di 13 kabupaten/kota di Kalsel, sebagai sebuah instrumen pengendalian inflasi di Kalsel.
“Kami saat ini melaksanakan Pasar Murah yang sedang berjalan menyambut momen Hari Raya Idul Adha dan dilaksanakan di 13 kabupaten/kota di Kalsel. Saat ini tim sedang bergerak ke Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan setelah ini masih ada 3 kabupaten lagi jelang Idul Adha,” sampainya.
Adapun komoditas yang dijual, sebut Adilla, adalah bahan-bahan pokok, yakni minyak goreng, dalam hal ini MinyaKita, gula, tepung hingga teh. ran/adpim/ani

