Mata Banua Online
Minggu, Mei 17, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Petugas Haji Diminta Waspadai Jemaah Terlantar

Timwas Akan Kawal Layanan Lansia hingga Disabilitas

by Mata Banua
17 Mei 2026
in Headlines
0
PRIORITAS – Salah seorang jemaah haji lanjut usia (lansia) dibantu dengan kursi roda disambut saat baru tiba di hotel di Makkah, Arab Saudi. Timwas Haji DPR RI berharap petugas pendamping haji memberikan prioritas layanan pada jemaah lansia, disabilitas dan para perempuan.

JAKARTA – Anggota Timwas Haji DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz meminta petugas haji untuk mewaspadai kasus kelelahan dan jemaah terpisah dari rombongan saat fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah hingga Mina.

Ia meminta petugas haji meningkatkan pendampingan supaya masalah tersebut bisa dihindari.

Berita Lainnya

Sama dengan Muhammadiyah, Pemerintah Tetapkan Iduladha Pada 27 Mei

Sama dengan Muhammadiyah, Pemerintah Tetapkan Iduladha Pada 27 Mei

17 Mei 2026
Pemprov Dorong Peningkatan Kualitas Pengelolaan Administrasi Kependudukan

Pemprov Dorong Peningkatan Kualitas Pengelolaan Administrasi Kependudukan

17 Mei 2026

“Jangan sampai ada jemaah kita yang terlantar karena kurangnya pendampingan,” tegas Neng Eem di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Minggu (17/5), seperti dikutip CNNIndonesia.com.

Selain fasilitas fisik, DPR juga menyoroti pentingnya layanan kesehatan yang responsif terhadap jemaah lanjut usia.

Ketersediaan tenaga medis, obat-obatan, hingga kecepatan penanganan darurat ia nilai menjadi faktor penting untuk menekan risiko kesehatan selama ibadah berlangsung.

Di sisi lain, pola konsumsi jemaah juga mendapat perhatian khusus.

Timwas menilai kualitas makanan sangat menentukan daya tahan tubuh jemaah lansia yang rentan mengalami penurunan kondisi kesehatan akibat cuaca panas dan kelelahan.

Pengawasan yang dilakukan DPR diharapkan mampu menjadi instrumen evaluasi agar pelayanan haji Indonesia terus mengalami perbaikan dari tahun ke tahun.

DPR ingin memastikan seluruh jemaah, terutama lansia, dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan bermartabat.

Timwas Haji DPR RI 2026 juga berkomitmen memprioritaskan pengawalan pelayanan untuk jemaah haji lansia, disabilitas dan perempuan.

Karenanya, anggota Timwas Haji DPR RI 2026 Maman Imanulhaq mengatakan akan berupaya semaksimal mungkin memastikan kehadiran petugas dalam melayani tiga kategori jemaah haji tersebut, khususnya lansia dan disabilitas.

Maman mengatakan terkait dengan jemaah haji disabilitas, pihaknya sudah mendapatkan beberapa informasi bahwa transportasi telah diberikan khusus kepada mereka.

“Ini tentu kami apresiasi,” katanya saat hendak berangkat ke Tanah Suci pada Minggu (17/5), seperti dikutip CNNIndonesia.com.

Sementara, untuk golongan Lansia pihaknya sampai saat ini masih memantau pelayanan.

Pihaknya berharap petugas yang melayani jemaah haji lansia betul-betul mengedepankan komunikasi secara psikologis.

“Penghormatan terhadap orang-orang tua dengan cara-cara yang lebih humanis, juga kami harap bisa dikedepankan,” katanya.

Selain prioritas pada tiga jemaah haji tersebut, anggota Timwas Haji DPR 2026 lainnya, Selly Andriany Gantina sesaat sebelum tinggal landas berangkat ke Tanah Suci pada Sabtu (16/5), juga menyatakan bahwa pihaknya akan fokus mengawasi penyediaan fasilitas bagi jemaah haji.

Pengawasan salah satunya dilakukan terhadap fasilitas pemondokan dan hotel bagi jemaah.

Ia mengatakan Timwas telah menerima laporan ada fasilitas hotel yang disediakan bagi Jemaah haji yang tidak layak.

Ketidaklayakan layanan hotel itu kata dia, akan jadi salah satu catatan penting yang disoroti oleh Timwas Haji DPR 2026.

“Ada beberapa hotel yang kabarnya sangat tidak layak untuk dilanjutkan di beberapa tahun yang akan datang. Mungkin hal-hal itu yang menjadi perhatian kita,” katanya, Sabtu (16/5).

Selain kelayakan hotel, pihaknya juga menyoroti overkapasitas kamar hotel yang disediakan bagi jemaah.

Menurut Selly, dalam kontrak yang dilakukan oleh Kementerian Haji dengan vendor, harusnya satu kamar harusnya hanya berkapasitas empat tempat tidur.

Tapi berdasarkan temuan dan informasi awal yang didapat oleh Timwas Haji DPR 2026, kapasitas tempat tidur yang disediakan dalam satu kamar ternyata mencapai 6 buah.

“Informasi yang masuk kepada kami di DPR, ada beberapa jemaah yang memang mengalami overkapasitas, terutama di beberapa sektor seperti halnya di sektor 4 maupun di sektor 9,” katanya.

Selain layanan hotel, Timwas Haji DPR juga menyoroti penyediaan makanan atau layanan katering bagi Jemaah haji.

Informasi yang didapat Timwas Haji DPR, layanan katering meskipun sudah menyajikan selera nusantara, masih cukup membosankan bagi Jemaah haji.

“Ini juga menjadi bahan evaluasi kami,” kata Selly. web

ANGGOTA Timwas Haji DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper