Mata Banua Online
Selasa, Mei 12, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Ujian Stabilitas Beras, Harga Gabah Tinggi Produksi Turun

by Mata Banua
11 Mei 2026
in Ekonomi & Bisnis
0
(foto:Mb/web)

JAKARTA – Harga gabah ya­ng sudah menembus level tinggi saat panen raya berisiko menguji sta­bilitas harga beras pada kuar­t­al II/2026, ketika produksi na­sional mulai turun dan luas pa­nen menyusut.

Di tengah stok pemerintah yang besar, pasar menghadapi te­kanan baru karena kompetisi ba­han baku di tingkat pe­ng­gi­lingan masih ketat.

Berita Lainnya

Permintaan Sapi Kurban Mulai Meningkat

Permintaan Sapi Kurban Mulai Meningkat

11 Mei 2026
Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu

Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu

11 Mei 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) mem­proyeksikan produksi beras un­tuk konsumsi pangan mas­ya­rakat pada April-Juni 2026 se­besar 9,61 juta ton. Angka itu tu­run 0,87 juta ton atau 8,30% di­banding periode sama tahun lalu.

Deputi Bidang Statistik Dis­tribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan penurunan tersebut sejalan dengan ber­ku­ra­ngnya luas panen padi.

Pada periode yang sama, luas panen diperkirakan men­ca­pai 3,16 juta hektare, turun 0,26 juta hektare atau 7,64% secara ta­hunan. “Sementara itu, potensi pro­duksi beras pada Aprl sampai de­ngan Juni tahun 2026 di­per­ki­rakan sebesar 9,61 juta ton atau menurun sekitar 8,30 per­sen dibandingkan periode yang sa­ma tahun sebelumnya,” ujar­nya dalam paparan data BPS Mei 2026.

Turunnya produksi me­nan­dai fase panen raya mulai be­rak­hir. Secara musiman, kondisi itu lazim terjadi setelah lonjakan pro­duksi pada Februari dan Maret. Namun, tahun ini pasar me­ng­hadapi persoalan tambahan ka­rena harga gabah sudah tinggi bah­kan sebelum memasuki mu­sim gadu.

Produksi padi dalam bentuk ga­bah kering giling pada April-Juni 2026 diperkirakan 16,68 juta ton, turun 1,51 juta ton atau 8,31% dibanding periode sama 2025. Sebelumnya, produksi be­ras Maret 2026 juga turun 3,67% menjadi 5,04 juta ton.

Di lapangan, pelaku usaha peng­gilingan menyebut harga gabah kering panen jauh me­lam­paui harga pembelian pemerintah se­besar Rp6.500 per kilogram.

Di sejumlah sentra, harga ga­bah di penggilingan disebut sudah berada di kisaran Rp7.600 hingga Rp8.200 per ki­logram. Kenaikan bahan baku itu menekan margin penggilingan ka­rena pada saat bersamaan har­ga jual beras dibatasi melalui har­ga eceran tertinggi. Kon­disi tersebut membuat sebagian pe­la­ku usaha kehilangan ruang usaha, terutama penggilingan ke­cil dan menengah.

Pengamat pertanian Khudori me­nilai tekanan di pasar gabah terjadi karena perebutan pasokan masih sangat kuat, termasuk dari jalur pengadaan pemerintah. Me­nurut dia, selama kebutuhan serapan tinggi dan produksi mulai menurun, harga gabah ber­potensi bertahan mahal.

“Ketika harga GKP tinggi, bah­kan tinggi sekali, mitra mak­lon masih berpeluang membeli gabah dan menyetorkan beras ha­sil giling ke BULOG,” ung­kap­nya.

Dia menilai kondisi itu be­r­po­tensi membuat harga gabah te­tap tinggi memasuki musim ga­du pada Juni-September, ke­tika produksi biasanya lebih ren­dah dibanding masa panen raya.

Meski demikian, pemerintah me­nilai kondisi pasokan na­si­onal masih aman. Deputi Bidang Ke­tersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional I Gusti Ketut Astawa me­ng­a­ta­kan penurunan produksi April-Ju­ni lebih mencerminkan pola mu­siman dan masih dapat ditopang stok nasional serta Cadangan Beras Pemerintah. Menurut dia, per April 2026 stok CBP mencapai 5 juta ton. bisn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper