
BANJARBARU – Kerugian akibat bencana sosial yang didominasi kebakaran pemukiman penduduk di Provinsi Kalimantan Selatan hingga April tahun 2026 mencapai Rp20,638 miliar.
“Dari kerugian akibat bencana sosial hingga April 2026 itu, terbanyak dialami Kabupaten Banjar sekitar Rp3,738 miliar,” kata Kabid Penanganan Bencana pada Dinas Sosial Provinsi Kalsel, H Achmadi, di Banjarbaru, Senin (11/5).
Selain itu, sebut Madi (sapaan akrabnya) kerugian yang cukup besar juga dialami Kabupaten Balangan sekitar Rp3,1 miliar, Kota Banjarmasin Rp2,650 miliar dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mencapai Rp2,2 miliar.
Kemudian, Kota Banjarbaru sekitar Rp2,150 miliar, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mencapai Rp1,650 miliar, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), sekitar Rp1,3 miliar dan Kabupaten Tabalong Rp1,285 miliar.
Selanjutnya, Kabupaten Tapin sekitar Rp1,165 miliar, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) Rp850 juta, Tanah Laut (Tala) Rp250 juta serta Kabupaten Barito Kuala (Batola) dan Kabupaten Kotabaru masing-masing Rp150 juta.
Ketika ditanya frekuensi kebakaran di Kalsel hingga April 2026, Madi menyebutkan tercatat 78 kali musibah kebakaran dan terbanyak di Kota Banjarbaru tercatat sebanyak 14 kali, termasuk kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Selain itu, Kabupaten Banjar tercatat 13 kali, Kabupaten Balangan 11 kali, Kabupaten Tapin dan Kabupaten HSS masing-masing tujuh kali, Kota Banjarmasin dan Kabupaten HST masig-masing ada enam kali.
Kabupaten Tabalong tercatat lima kali, Kabupaten HSU dan Kabupaten Tanbu tercatat masing-masing tiga kali, sedangkan di Kabupaten Kotabaru, Batola dan Kabupaten Tanah Laut masing-masing satu kali.
Akibat bencana sosial hingga bulan April 2026 itu, sebut Madi, menyebabkan 141 kepala keluarga (KK) atau 466 jiwa kehilangan tempat tinggal dan satu orang meninggal dunia yakni dari Kabupaten Tapin dan dua orang luka-luka.
Selain itu, akibat bencana sosial tersebut menyebabkan 116 buah rumah penduduk mengalami kerusakan barat, 22 buah rumah rusak sedang dan 18 buah rusak ringan.
Dalam kesempatan itu, Madi mengingatkan seluruh lapisan masyarakat Kalsel di lokasi rawan musibah kebakaran untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat dari April hingga Oktober terjadi kemarau ekstrem (godzilla el nino) melanda Kalsel. ani

