
PELAIHARI – Bupati Tanah Laut (Tala), H Rahmat Trianto mengajak generasi muda menjadi garda terdepan menjaga lingkungan hidup guna mencegah kerusakan alam dan bencana yang dampaknya mulai dirasakan masyarakat.
Ajakan itu disampaikan Bupati saat peringatan Hari Bumi 2026 yang digelar Pemkab Tala melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) di Ruang Terbuka Hijau Kijang Mas Pelaihari, beberapa waktu lalu.
“Peringatan Hari Bumi adalah pengingat bagi kita semua agar lebih peduli terhadap lingkungan. Kalau kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita dan masyarakat akan terhindar dari bencana alam seperti banjir dan longsor,” ucapnya Rahmat Trianto.
Menurutnya, penurunan kualitas lingkungan saat ini menjadi tantangan serius yang harus dihadapi bersama, mulai dari menurunnya kualitas udara hingga meningkatnya kerusakan alam di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Tanah Laut.
Oleh karena itu, kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial, namun harus diwujudkan dalam tindakan nyat dan kebiasaan sehari-hari masyarakat.
“Kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi kebiasaan sehari-hari. Jangan sampai ada sikap apatis karena dampaknya bisa dirasakan banyak orang,” ujarnya.
Rahmat juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan lingkungan karena pelajar dinilai memiliki pengaruh besar untuk menumbuhkan budaya peduli alam di tengah masyarakat.
Untuk itu, lanjutnya, kehadiran para siswa pada kegiatan tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran sejak dini terkait pentingnya menjaga kebersihan, mengurangi pencemaran, serta melestarikan ruang hijau di lingkungan sekitar.
Selain mengajak masyarakat menjaga alam, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut juga meluncurkan Program Desa Menanam sebagai bagian dari gerakan memperkuat kepedulian linkungan dan penghijauan di wilayah pedesaan.
“Menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama, baik secara sosial maupun spiritual, karena alam merupakan titipan Tuhan yang wajib dirawat dan dilestarikan,” jelas H Rahmat Trianto. ris/ani

