
Jakarta – Barcelona memastikan gelar Liga Spanyol 2025/2026 setelah mengalahkan Real Madrid dengan skor 2-0 di El Clasico. Kemenangan ini membuat mereka unggul 14 poin di puncak klasemen dengan tiga laga tersisa.
Laga digelar dalam suasana haru di Spotify Camp Nou pada Senin (11/5/2026) dini hari WIB. Para pemain mengenakan ban hitam dan mengheningkan cipta sebelum kickoff sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya ayah pelatih Hansi Flick beberapa jam jelang El Clasico.
Dua gol cepat dari Marcus Rashford dan Ferran Torres menjadi penentu kemenangan Barcelona. Hasil itu cukup untuk mengunci gelar Liga Spanyol ke-29 dalam sejarah mereka.
Keberhasilan ini membuat Barcelona menjadi juara dua musim beruntun di bawah asuhan Hansi Flick. Mereka kembali menunjukkan dominasi di kompetisi domestik.
Barcelona langsung tampil agresif sejak awal pertandingan menghadapi Real Madrid. Marcus Rashford membuka keunggulan lewat gol cepat pada babak pertama.
Ferran Torres kemudian menggandakan keunggulan untuk memastikan kontrol penuh atas laga. Dua gol tersebut menjadi pembeda hingga peluit akhir berbunyi.
Kemenangan ini mencatat sejarah baru bagi Barcelona di Liga Spanyol. Ini menjadi kedua kalinya hasil El Clasico langsung menentukan juara, setelah kejadian serupa pada 1932.
Di bawah arahan Hansi Flick, Barcelona tampil konsisten sepanjang musim. Mereka mengoleksi 91 poin dari 35 pertandingan dengan 30 kemenangan.
Produktivitas tim sangat tinggi dengan torehan 91 gol sepanjang musim. Angka tersebut menunjukkan kekuatan lini serang yang sulit dibendung lawan.
Flick kini telah mempersembahkan lima trofi sejak mengambil alih tim pada 2024. Ia sukses membawa Barcelona meraih gelar liga dalam dua musim pertamanya.
Barcelona sempat tertinggal lima poin dari Real Madrid pada awal musim. Namun mereka bangkit dan kembali memimpin klasemen sejak Desember.
Persaingan sempat ketat setelah hasil naik turun di awal tahun. Real Madrid bahkan sempat kembali ke puncak setelah rentetan kemenangan.
Namun inkonsistensi rival membuka jalan bagi Barcelona untuk menjauh. Keunggulan poin terus melebar hingga akhirnya tidak terkejar.
Barcelona mencatat gol dalam 55 pertandingan beruntun di semua kompetisi. Catatan tersebut hanya kalah dari rekor tim musim 2012/2013.
Meski gagal di kompetisi Eropa, performa domestik mereka tetap dominan. Barcelona menunjukkan konsistensi yang sulit ditandingi sepanjang musim.
Keberhasilan ini menegaskan posisi mereka sebagai kekuatan utama di Spanyol. Dominasi Barcelona di era Hansi Flick kini semakin nyata dan berkelanjutan.
Hansi Flick kehilangan ayah tercintanya beberapa jam sebelum Barcelona melawan Real Madrid. Apa kata pelatih asal Jerman itu selepas laga?
Barcelona vs Real Madrid berlangsung di Camp Nou dalam lanjutan LaLiga, Senin (11/5/2026) dini hari WIB. Pasukan Hansi Flick menang 2-0.
Seluruh gol tercipta di babak kedua. Pertama dicetak oleh Marcus Rashford di menit kesembilan dan kedua oleh Ferran Torres di menit ke-18.
Pertandingan ini tidak mudah untuk batin Hansi Flick. Dia harus mendengar kabar duka lima jam sebelum laga di mulai karena ayag tercintanya meninggal dunia.
Setiap gol yang terjadi dalam laga El Clasico ini, pemain Barcelona merayakannya sambil memeluk Flick. Mantan pelatih Bayern Munich itu menegaskan bahwa momen ini tak akan pernah dilupakan.
“Ini adalah pertandingan yang berat dan saya tidak akan pernah melupakan hari ini. Saya ingin berterima kasih kepada skuad, presiden, wakil presiden, Deco, dan semua orang yang mendukung kami,” kata Flick yang dikutip dari AS.
“Pada akhirnya, yang terpenting adalah saya sangat bangga memiliki tim yang hebat. Terima kasih atas semangat juang selama 90 menit penuh. Kami harus merayakannya! Visca Barca dan Visca Catalunya!” tegasnya.
Hasil ini memastikan Barcelona meraih gelar LaLiga 2025/2026 dengan 91 poin di puncak klasemen dari 35 laga. Madrid di tempat kedua dengan 77 poin dan tidak bisa lagi mengejar Barca walaupun menyisakan tiga pertandingan lagi. lp6/dtc

