
KANDANGAN-30 perajin dari Sentra Bambu Sehati Kabupaten Hulu Sungai Selatan(HSS), Kalimantan Selatan (Kalsel) mengikuti pendampingan pengembangan Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kerajinan Berbasis Bambu, di Kandangan, Selasa.
Kegiatan ini diselenggarakan Direktorat IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka, Kementerian Perindustrian RI, dan dibuka Direktur IKM Kimia, Sandag, dan Kerajinan, Budi Setiawan, serta dihadiri Wakil Bupati (Wabup) HSS H Suriani serta Ketua Dekranasda HSS Hj. Mustaidah Syafrudin Noor.
“Saya berharap kegiatan pendampingan ini dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta wawasan para pelaku IKM, khususnya dalam pengembangan desain produk, peningkatan kualitas, manajemen usaha, hingga pemasaran berbasis digital,” kata Ketua Dekranasda HSS Hj. Mustaidah Syafrudin Noor.
Sementara itu, Wabup HSS menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Perindustrian RI, atas dukungan nyata dalam pengembangan sektor IKM di daerah.
Wabup menegaskan, bahwa Kabupaten HSS memiliki potensi bambu yang besar, untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
“Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi pelaku IKM, mulai dari aspek desain, inovasi, kualitas produk, hingga pemasaran,” ucapnya.
Melalui kegiatan pendampingan ini, pihaknya ingin para pelaku IKM mampu menghasilkan produk kerajinan bambu yang lebih inovatif, berkualitas, dan memiliki daya saing di pasar regional maupun nasional.
Wabup juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong kemajuan sektor IKM.
Turut berhadir dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten HSS Sudiono, serta Camat Loksado.{{an/mb03]}

