Mata Banua Online
Kamis, Mei 7, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Mentan Jawab Kritik Netizen Stok Beras Melimpah Tapi Harga Masih Mahal

by Mata Banua
6 Mei 2026
in Ekonomi & Bisnis
0
Menteri Pertanian Andi Amran.(foto;mb/web)

Jakarta – Menteri Pertanian (Men­tan) Andi Amran Sulaiman me­respons kritik masyarakat soal harga be­ras yang ma­sih tinggi di tengah stok be­ras na­sional yang melimpah.

Amran menilai pembahasan soal har­­ga beras perlu melihat kondisi pen­da­patan petani yang menurutnya ma­sih rendah.

Berita Lainnya

Harga BBM Pertamina Tembus Rp27.900 per Liter

Harga BBM Pertamina Tembus Rp27.900 per Liter

6 Mei 2026
Harga BBM Pertamina Tembus Rp27.900 per Liter

Harga BBM Pertamina Tembus Rp27.900 per Liter

4 Mei 2026

“Pendapatannya petani per hari ki­ta hi­tung sama mahasiswa BEM­ se­lu­ruh In­do­nesia, itu pendapatannya han­ya Rp37 ribu per hari. Satu pe­tani,” kata Amran di kediamannya, Ja­karta Selatan, Rabu (6/5), yang di­ku­tip CNNIndo­ne­sia.com.

Ia mengatakan pendapatan petani ter­­sebut bahkan masih berada di ba­wah sejumlah profesi lain. Dalam dia­log bersama mahasiswa, Amran mem­ban­dingkan pendapatan petani dengan tu­­kang batu hingga harga rokok.

“Kemudian tukang batu itu pen­dapatannya bisa Rp75 ribu. Kemudian ro­kok harganya Rp40 ribu. Sekarang ya­­ng mahal mana?” ujarnya.

Menurut Amran, harga beras ti­dak bisa dilihat semata dari sisi kon­su­­men, karena komoditas tersebut men­jadi sumber penghidupan jutaan pe­tani di Indonesia.

“Kalau beras kan dikonsumsi se­muanya. Makanya beras karena di­kon­sumsi banyak orang kita jaga,” ka­tanya.

Amran lalu mempertanyakan usul­an agar harga beras kembali di­tu­run­kan. Ia menilai langkah tersebut be­r­po­tensi semakin menekan pen­da­pat­an pe­tani.

“Sekarang, mau diturunkan (har­ga) beras? Saya tanya, pendapatannya pe­tani Rp37 ribu, mau enggak turun la­gi (jadi) Rp10 ribu per hari? Ya ja­ngan,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Amran me­negaskan pemerintah memilih men­jaga stabilitas harga beras dibanding me­nurunkannya secara drastis. Ia juga me­minta pembahasan soal pangan di­lakukan dengan pendekatan rasional, bu­kan sekadar opini.

“Jangan pakai rasa mengelola ne­gara, jangan pakai rasa memberi opini ta­pi rasio,” ujarnya.

Di sisi lain, data Sistem Pe­man­tauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan (Ke­mendag) menunjukkan harga be­ras masih mengalami kenaikan.

Per 5 Mei 2026, harga beras me­di­um naik 0,04 persen menjadi Rp13.728 per kilogram dari se­be­lum­nya Rp13.723 per kilogram. Se­men­ta­ra harga beras premium naik 0,11 per­­sen menjadi Rp15.394 per ki­lo­gram da­ri sebelumnya Rp15.377 per ki­logram.

Pernyataan Amran muncul di te­ng­ah sorotan publik terhadap harga be­ras yang masih tinggi meski stok na­sional disebut dalam kondisi me­lim­pah. Pemerintah sebelumnya me­ng­ung­kap cadangan beras pemerintah (CBP) kini telah mencapai 5,2 juta ton, ter­ti­ng­gi sepanjang sejarah In­do­nesia. web

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper