Mata Banua Online
Rabu, Mei 6, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Kejanggalan Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia Kembali Menggema

by Mata Banua
6 Mei 2026
in Olahraga
0
Timnas Indonesia kalah dari Arab Saudi di putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026.(Foto;mb/ Arsip AFC)

Jakarta – Kejanggalan putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 kembali jadi sorotan setelah pelatih Irak, Graham Arnold, buka suara.

Saat diwawancara dalam siniar The Howie Games di Youtube, juru taktik asal Australia itu menceritakan dinamika yang terjadi selama ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Saat itu, Irak satu grup dengan Indonesia dan Arab Saudi.

Berita Lainnya

Arsenal ke Final Liga Champions

Arsenal ke Final Liga Champions

6 Mei 2026
Bhayangkara Presisi Siapkan “Dream Team” Dunia untuk AVC Men’s Champions League 2026 di Pontianak

Bhayangkara Presisi Siapkan “Dream Team” Dunia untuk AVC Men’s Champions League 2026 di Pontianak

6 Mei 2026

Putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia menerapkan format terpusat. Grup A dilaksanakan di Qatar, tuan rumah bersaing dengan Uni Emirat Arab dan Oman. Sedangkan Grup B di Arab Saudi yang menjamu Irak dan Indonesia.

“Saya harus katakan bahwa saya menyayangkan hal yang terjadi terhadap Indonesia di grup kami karena itu benar-benar tidak adil. Sebab kita semua tahu [ronde keempat kualifikasi] bergulir di Qatar dan Arab Saudi,” kata Arnold.

Graham Arnold merasakan kejanggalan soal penunjukan tuan rumah ronde keempat kualifikasi. Semula, putaran keempat direncanakan digulirkan di tempat netral. Kemudian ada perubahan dengan menjadikan negara peserta ronde keempat berperingkat FIFA tertinggi sebagai tuan rumah.

“Ketika saya datang ke undian [kualifikasi], waktu itu saat masih melatih Australia, kami diberi tahu bahwa akan ada tempat netral [untuk putaran keempat],” ujarnya.

“Kemudian ketika undian sudah dilaksanakan, tiba-tiba dua tim dengan peringkat tertinggi yang akan jadi tuan rumah [putaran keempat]. Saya berpikir ‘Oh, itu bagus karena kami bisa jadi tuan rumah’ karena Qatar peringkat ke-53, Irak ke-57, dan Arab Saudi ke-58. Tapi entah bagaimana caranya, Arab Saudi yang menjadi tuan rumah,” ia menambahkan.

Menurut Arnold, hal tersebut jelas menguntungkan Arab Saudi. Sebab tuan rumah mendapatkan jeda laga yang lebih panjang dibandingkan peserta lain.

“Tentu Indonesia harus main dan siap-siap sejak Senin karena mereka bertanding pada Rabu. Lalu tiga hari kemudian mereka menghadapi kami dan kami menang,” ucapnya.

“Arab Saudi punya jeda enam atau tujuh hari. Sedangkan kami harus bertanding lagi dua hari setelah melawan Indonesia,” ia menegaskan.

Pada akhirnya, Arab Saudi melaju ke Piala Dunia 2026 karena finis di peringkat pertama Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Sedangkan Irak berakhir di peringkat kedua dan harus melangkah ke ronde kelima. Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia karena ada di peringkat terakhir.

Perjalanan Irak semakin panjang karena harus bersaing dengan peserta kualifikasi dari benua lain. Skuad Singa Mesopotamia kemudian memastikan tiket Piala Dunia 2026 usai menang 2-1 atas Bolivia di final playoff antarkonfederasi. web

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper